Dipanggi KPK, Gamawan Fauzy Diperiksa Saksi Korupsi Gedung IPDN Riau

0
161

Jakarta NAWACITA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami kasus korupsi pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan Gedung Kampus IPDN tahap 2 Rokan Hilir, Riau. Untuk keperluan penyidikan, lembaga antirasuah tersebut memangil kembali mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi, Selasa (8/1).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Gamawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Dudy Jocom.

“Sebagai saksi untuk tersangka DJ (Dudy Jocom, red),” ujar Febri, Selasa (8/1)

Pantauan media, Gamawan sudah berada di gedung KPK sepukul 09.30 WIB. Ia sempat menjawab singkat saat ditanya awak media soal kedatangannya di KPK.

“Sebagai saksi untuk Pak Dudy. Nanti ya,” singkatnya.

Dudy Jocom merupakan mantan pejabat pembuat pomitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kemendagri.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan tahap II Gedung Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Rokan Hilir, Riau pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun anggaran 2011.

Tiga tersangka itu adalah Dudu Jocom (DJ) yang ditetapkan KPK sebagai tersangka pada 10 Desember 2018 atas dugaan korupsi proyek Gedung IPDN di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Sulawesi Utara (Sulut). Kemudian dua tersangka lainnya adalah mantan Kepala Divisi Gedung PT Hutama Karya bernama Budi Rachmat Kurniawan (BRK); dan Senior Manager PT Hutama Karya bernama Bambang Mustaqim (BMT).

Ketiga tersangka diduga menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri, orang lain atau korporasi dalam pembangunan Gedung IPDN. Dalam proyek senilai Rp91,62 miliar tersebut, diduga kerugian negara sebesar Rp34 miliar.

Atas perbuatannya tersebut, ketiganya disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.