Kemenkumham: Penghuni Lapas Lebihi Daya Tampung, Mayoritas Kasus Narkoba

2
318

Jakarta NAWACITA – Jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas) saat ini sudah melebih kapasitas daya tampung.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengungkapkan, penghuni lapas sudah melebihi dari kapasitas yang disiapkan oleh negara sebanyak 126.253 dan kapasitasnya sudah kelebihan 130 ribu.
Tahun ini, kata dia, jumlah penghuni lapas meningkat dari target yang telah ditetapkan.

“Isi lapas saat ini sudah mencapai 256.258 orang. Ini catatan yang tidak terlalu baik buat dunia pemasyarakatan,” kata Sri Puguh Jumat (28/12).

Ia mengatakan, banyak kasus yang seharusnya tidak masuk lapas atau rutan jusru malah dijebloskan ke lapas. Salah satu contohnya kasus narkoba yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009, pasal tersebut mengamanatkan untuk pengguna/korban/pecandu harusnya direhabilitasi, tetapi nyatanya justru mendominasi di lapas dan rutan.

“Isi lapas dan rutan yang isinya 256 ribu sebagian besar sebanyak 115 ribu itu adalah kasus narkoba bandar pengedar dan pengguna,” ungkapnya.

Mereka para pecandu, lanjut Sri, harusnya melewati proses rehabilitasi terlebih dahulu baru ditindak pidana. Mereka yang terkena candu pasti akan mencari sesuatu untuk memenuhi hasratnya, berawal dari hal tersebut maka timbul oknum gelap yang integritasnya lemah dan memenuhi hasrat dari pecandu.

“Ketika mereka adalah pengguna/pecandu yang sebenarnya sedang mengalami sakit ya seharusnya mesti diobati nyatanya di kami tidak cukup karena untuk melakukan rehabilitasi medis pada saat tertentu terhadap mereka yang sangat kecanduan, mereka akan mencari pemenuhan inilah yang sering menjadi permasalahan adanya peredaran gelap di lapas dan rutan,” jelasnya.

“Menurut kami jika pengguna di rehab kami yakin akan menghilangkan bandar pengedar,” tuturnya.

Saat ini Kemenkumham telah melakukan upaya yakni penggeledahan di Lapas/Rutan tahun 2018 sebanyak ribuan kali. Namun, mirisnya saat melakukan penggeledahan masih saja ditemukan para pecandu yang positif menggunakan narkoba.

“Ditemukan sebanyak 4.077 gram ganja, 458 gram sabu, handphone sebanyak 21.241 unit dan uang sebesar Rp648 juta,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa Kemenkumham akan terus melakukan penggeledahan sampai lapas dan rutan bersih dari oknum-oknum gelap.


 

Comments are closed.