Pimpinan DPR Kembali Ditahan KPK, Kini Giliran Taufik Kurniawan Politisi PAN

1
245
Taufik Kurniawan Pimpinan DPR dari Partai Amanat Nasional.(Foto: Tribun)

Jakarta, NAWACITA– Jum’at Kramat menjadi hari kesialan bagi wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan saat menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Taufik terlihat menggenakan rompi orange setelah keluar dari gedung KPK pada pukul 18.19 WIB setelah menjalani pemeriksaan hari Jum’at (02/11) dengan statusnya sebagai tersangka.

“Tersangka TK ditahan selama 20 hari pertama di Rutan KPK C-1,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah.

Sebelumnya KPK telah menetapkan dirinya sebagai tersangka pada Selasa (30/10) karena  diduga menerima hadiah atau janji terkait pengurusan anggaran dana untuk Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah pada APBN Perubahan 2016.

Menurut KPK, Taufik diduga menerima suap sebesar Rp3,65 miliar dari Bupati Kebumen periode 2016-2021, Muhamad Yahya Fuad, berkaitan dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN-P 2016.

Dalam pengumuman Selasa lalu, Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, merujuk Taufik Kurniawan dengan singkatan TK, adapun Muhamad Yahya Fuad dirujuk dengan MYF.

“Setelah pelantikan (sebagai bupati Kebumen), MYF diduga melakukan pendekatan kepada beberapa pihak, termasuk anggota DPR, salah satunya TK (Taufik Kurniawan),” kata Basaria Pandjaitan.

“MYF diduga menyanggupi fee 5% dari DAK tersebut, kemudian meminta fee 7% kepada rekanan di Kebumen,” sebut Basaria.

Nama Taufik Kurniawan mencuat dalam sidang pada 2 Juli, ketika Yahya Fuad sebagai terdakwa kasus korupsi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2016, mengaku beberapa kali bertemu Taufik Kurniawan.

Pertemuan itu di Semarang dan Jakarta untuk membahas alokasi DAK kabupaten yang dipimpinnya.

Disebutkan di sidang itu, Yahya dikenakan ‘kewajiban’ untuk menyetor 5% dari Rp 100 miliar DAK jika dana itu sudah cair. Ia mengaku sudah menyerahkan sekitar Rp3,6 miliar kepada Taufik dari total Rp 4,8 miliar yang disepakati.

Taufik Kurniawan, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), merupakan anggota DPR ke 75 yang jadi tersangka kasus korupsi KPK.

 

 

(Red: Restu, sumber BBC)

Comments are closed.