Menteri Hukum dan HAM, Yasonna H. Laoly

Jakarta, NAWACITA– Lapas Sukamiskin menjadi salah satu lapas yang banyak menyeret para petugasnya terutama para kepala lapas yang harus menerima nasib kurang baik dari institusi induknya Kementrian Hukum dan HAM.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku selama menjabat sebagai menteri telah memecat lima Kepala Lapas Sukamiskin dengan ragam penyebab.

Paling anyar, Kalapas Sukamiskin Wahid Husein yang baru empat bulan menjabat harus melepas posisinya karena terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Selama jadi menteri ini kali kelima saya harus mengganti Kalapas Sukamiskin,” ujar Yasonna di Kemenkumhan, Jakarta Selatan, Senin (23/7).

Nama pertama yang menjadi keganasan ‘godaan’ Lapas Sukamiskin adalah Marselina Budhiningsih. Marselina dicopot pada September 2015 karena terkuaknya foto Gayus Tambunan yang sedang di luar penjara.

Pengganti Marselina adalah Edi Kurniadi. Pada era Edi, sempat ada masalah yang timbul akibat foto Gayus yang lagi-lagi kedapatan sedang di luar penjara. Tak ada sanksi untuk Edi saat itu sampai ia akhirnya digantikan oleh Surung Pasaribu pada Maret 2016.

Tak banyak kabar dari Lapas Sukamiskin di kepemimpinan Surung ini. Namun Yasonna mengindikasikan Surung diberhentikan karena suatu kasus.

“Karena kita sudah dengar peristiwa-peristiwa sebelum sampai ke publik, kita nonjob-kan, kita ganti,” kenang Yasonna.

Lalu pada Oktober 2016 Kalapas Sukamiskin berganti lagi. Kali ini Dedi Handoko ditunjuk oleh Menkumham mengisi posisi tersebut.

Pada era Dedi ini muncul kabar tak sedap lagi. Pada Februari 2017, majalah Tempo menyebut napi di sana bebas keluar masuk penjara. Selang setahun kemudian, Dedi masuk dalam perombakan pegawai Kemenkumham tingkat eselon II.

Setelah Dedi, nama Wahid Husein mengisi kursi Kalapas Sukamiskin. Yasonna melantik Wahid pada Maret kemarin. Dan seperti diketahui Wahid kini ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka dalam kasus suap di Lapas Sukamiskin.

Baca juga :  Bahas Kesiapan Pelaksanaan Anggaran TA 2022, Kadivmin Imbau Pegawai Tertib Administrasi Organisasi

Pada kasus teranyar itu, Yasonna tak hanya mencopot Wahid sebagai Kalapas Sukamiskin tapi juga dua pejabat di dua level di atasnya yakni Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat Indro Purwoko dan Kepala Divisi Permasyarakatan Jawa Barat Alfisah.

Yasonna mengaku stress akan kasus terbaru ini. Ia menilai kasus ini sudah keterlaluan dan berjanji membenahi lapas dan rutan di seluruh Indonesia.

“Saya sudah beritahu ke jajaran hati-hati, ini momen kita untuk bersih-bersih. Jangan seperti keledai lagi,” ucapnya.

 

 

 

(Red: Faiz, sumber CNN)

Comments are closed.