Presiden Tekankan Untuk Lakukan Soft Power Cegah Radikalisme

0
66
Keterangan: Presiden Jokowi didampingi Wakil Presiden, dan Seskab memasuki ruangan untuk memimpin Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (22/5) siang.

Jakarta, NAWACITA-  Sebagai upaya pencegahan paham radikalisme diperlukan pendekatan secara halus (soft power). Soft Power tidak hanya melakukan deradikalisasi terhadap mantan narapidana terorisme, tapi juga perlu pembersihan ideologi radikalisme dan terorisme dari lembaga pendidikan.

 

Hal itulah yang disampaikan Presiden Joko Widodo yang didampingi oleh Wakil Presiden Jusuff Kalla dalam rapat terbatas membahas upaya pencegahan aksi teror di Istana Negara, Jakarta, kemarin (22/5).

 

“Saya minta pendekatan soft power yang kita lakukan bukan hanya memperkuat program deradikalisasi pada mantan napi teroris tapi juga membersihkan lembaga-lembaga mulai dari SD, SMP, SMA, SMK, perguruan tinggi, ruang-ruang publik, dan mimbar-mimbar umum dari ajaran-ajaran ideologi terorisme” kata Jokowi.

 

Langkah ini, kata Jokowi, sangat menjadi penting ketika serangan teror sudah mulai melibatkan anggota keluarga seperti yang terjadi di Surabaya pekan lalu.

 

“Langkah preventif ini menjadi penting ketika kita melihat pada serangan teror bom bunuh diri di Surabaya, Sidoarjo, minggu lalu dan mulai melibatkan keluarga, perempuan, dan anak-anak di bawah umur,” jelas Jokowi.

 

Berkaca dari peristiwa serangan teror di Surabaya dan Sidoarjo, Jokowi mengatakan, hal itu merupakan peringatan bagi semua pihak bahwa target ideologi terorisme dan radikalisme sudah merambah ke keluarga.

 

“Ini menjadi peringatan kepada kita semuanya, menjadi wake up call betapa keluarga telah menjadi target indoktrinasi idelogi terorisme. Sekali lagi saya ingatkan ideologi terorisme telah masuk kepada keluarga kita, sekolah-sekolah kita,” ungkap Jokowi

 

Pada rapat terbatas kali ini beberapa menteri terkait turut hadir seperti Menkopolhukam Wiranto, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menkominfo Rudiantara, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

 

Ada pula Kepala Staf Presiden Moeldoko, Kepala BSSN Djoko Setiadi, Kepala BNPT Suhardi Alius, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here