KPK Periksa Hendrawan, Peran MAW Ketua DPRD Kota Malang Apa?

1
329
Keterangan: Direktur PT Hidro Tekno Indonesia, Hendrawan Maruszaman

Jakarta, NAWACITA- Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan pemeriksaan terhadap Direktur PT Hidro Tekno Indonesia, Hendrawan Maruszaman di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, kemarin (20/3).

 

Hendrawan merupakan pemenang tender dalam proyek pembangunan jembatan Kedung Kandang dalam APBD Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2016.

 

“Iyya benar yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penganggaran kembali APBD TA 2016 pada 2015,” ujar Juru Bicara Febri Diansyah dalam pesan teks, Jakarta, Selasa (20/3/2018).

 

Dia diduga memberikan suap kepada ketua DPRD Kota Malang Muhamad Arief Wicaksono (MAW) dalam pelaksanaan proyek tersebut.

 

Proyek yang dilaksanakan oleh Hendrawan melalui perusahaanya  bernilai Rp 98 miliar. Agat tidak terganjal, Hendrawan di duga memberikan fee kepada MAW berkisar Rp 250 juta.

 

Kasus ini juga telah menyeret dua orang tersangka lain, yakni mantan Ketua DPRD Arief Wicaksono dan mantan Kadis PUP2B Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

 

Sebelumnya, Febri mengakui, bahwa penyidik KPK tengah melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi dari unsur legislatif di kantor Polesta Malang, Jawa Timur.

 

“Penyidik mengagendakan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi dari unsur anggota DPRD Kota Malang,” ujar Febri dalam keteranganya, Selasa (20/3)

 

Kata dia, pemerikasaan belasan saksi dilakukan untuk pengembagan kasus dugaan aliran dana yang diterima sejumlah anggota DPRD Kota Malang.

 

Terkait kabar penetapan 6 orang tersangka baru yang berasal dari unsur legislatif, Kota Malang, Febri belum mau mengkonfermasi hal tersebut.

 

“Karena tim masih di lapangan, kami masih perlu melakukan beberapa kegiatan di penyidikan ini. Jadi nama dan jumlah tersangka belum bisa kami konfirmasi hari ini.” demikian jelas Febri.

 

 

(Red: Hulu, sumber istimewa)

Comments are closed.