Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly

Nawacitapost.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku sudah meminta berbagai pihak, termasuk imigrasi, untuk mengejar empat napi WNA yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kerobokan, Bali.

“Kita minta Imigrasi karena menyangkut orang asing ya. Imigrasi sudah kita minta menjaga semua. Kita minta bantuan polda, Polri untuk mengejarnya. Ini orang asing tiga yang narkoba, satu karena pelanggaran keimigrasian,” kata Yasonna saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Yasonna mengakui LP Kerobokan termasuk lapas dengan kondisi yang over capacity. Pihaknya pun mempertimbangkan opsi untuk memindahkan sebagian napi ke tempat lain.

“Memang kerobokan ini sudah masuk taraf kondisinya sangat, dan over-kapasitas, kondisinya tidak lagi cocok, dari dulu ada masalah. Sekarang ada pikiran untuk memindahkannya ke tempat lain kajiannya. Hanya di Bali kan tanah sangat mahal sekali. Sedang kita kaji sekarang itu,” katanya.

Menurut Yasonna, berbagai kemungkinan penyebab kaburnya napi juga sedang diselidiki. Termasuk apakah ada keterlibatan dari pihak LP.

“Karena itu sedang diperiksa lah apakah ada kerja sama atau tidak. Saya sudah minta diperiksa kalau ada kelalaian. Kelalaian juga adalah menjadi unsur yang, berarti tidak mengikuti protap. Apalagi kesengajaan. Itu berbahaya sekali kan. Apalagi ada narkoba dan lain-lain,” katanya. (hadi)

Baca juga :  Kalapas Kelas IIB Panyabungan Kanwil Kemenkumham Sumut Bersama Tim Humas Ikuti Webinar Keamanan Siber

Comments are closed.