Buntut Temuan Sel Mewah, Menkumham Yasonna Bebas Tugaskan Kalapas Cipinang

0
186
Lapas Cipinang / Foto: net

Nawacitapost.com – Menkum HAM Yasonna Laoly bersikap tegas menonaktifkan Kalapas Cipinang  Petrus Kunto Wiryanto, terkait terbongkarnya sel mewah di Lapas Kelas IA Cipinang, Jakarta Timur, yang dihuni Harianto Chandra alias Gombak, narapidana narkoba dan pencucian uang Rp 39 miliar.

“Hari ini Kalapas-nya sudah saya tanda tangani untuk untuk dinonjobkan. Lalu KPLP-nya sudah dinonjobkan. Itu sekjen yang tanda tangani karena eselon III,” ujar Yasonna di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/6/2017).

Kalapas Cipinang dinilai Yasonna tidak melakukan tugas pengawasan dengan baik. Pihak Kemenkum HAM pun langsung memeriksa para petugas. “Siapa yang tanggung jawab, siapa yang kasih fasilitas, Kalapas bilang nggak pernah lihat, berarti itu nggak melakukan tugas dan fungsinya,” ujar Yasonna.

Selain  Petrus Kunto Wiryanto selaku Kalapas, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Cipinang Sugeng Hardono juga dicopot. Sejumlah staf Lapas Cipinang yang ikut terlibat memberikan fasilitas sel mewah kepada Harianto Chandra yang divonis 14 tahun penjara itu juga akan ditindak. “Siapa yang bertanggung jawab akan kita buat sanksi keras, dan dipindahkan jauh-jauh,” papar Yasonna.

Adapun s‎el mewah itu ditemukan Badan Narkotika Nasional (BNN) saat melakukan penggeledahan pada 31 Mei 2017.‎ Selain mewah, di dalam sel ditemukan 5 unit handphone, token BCA, laptop, kamera CCTV, 1 unit modem Wi-Fi, dan penyejuk udara (AC) saat digeledah pada 31 Mei.

“Kita lakukan pemeriksaan petugas, 45 orang petugas diduga terlibat sebagai oknum, hari ini dibawa ke BNN untuk diperiksa,” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta Endang Sudirman dalam jumpa pers di kantornya. (hadi)