Menkumham Yasonna H. Laoly (Foto: dtc)

Nawacitapost.com – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly menegaskan memang ada ancaman pembunuhan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Rutan Cipinang tidak mengada-ada. Bahkan dia memiliki bukti video terkait ancaman tersebut.

“Ya ada ancaman. Sebelum divonis saja ada ancaman. Adalah kita informasi dari intelijen dari mana-mana,” ujar Yasonna di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Pernyataan ini juga terkait pemindahan Ahok dari Rutan Cipinang ke Rutan Mako Brimob di Kelapa Dua Depok. Politisi PDI Perjuangan ini memang tidak merinci mengenai video yang dimaksud. “Ya itu video ada ancaman saja. Video YouTube juga ada kok,” katanya.

Namun ada alasan lain yang menjadi pertimbangan baik dari luar maupun dalam tahanan. Misalnya saja kemungkinan terjadinya kemacetan mengingat banyaknya pendukung yang datang seperti dalam beberapa hari ini.

“Kalau (ditahan) di sana (Rutan Cipinang) orang nggak bisa lewat lagi di Cipinang. Karena itu diputuskan untuk pemindahan dan ini sudah dikoordinasikan dengan Kapolri,” tutur Yasonna.

Sementara I Wayan Sudirta selaku Kuasa hukum Ahok mengaku juga mendengar ancaman pembunuhan terhadap kliennya di dalam Rutan Cipinang. Namun Wayan saat itu tidak menindaklanjuti ancaman tersebut.

“Saya memang dengar. Tapi saya tidak melacaknya,” katanya di Jakarta, Senin (15/5/2017).

Wayan sendiri menilai suasana di Mako Brimob saat ini lebih menjamin keselamatan Ahok. Dengan jumlah tahanan yang dibatasi, petugas dapat melakukan pengawasan dengan lebih baik. (SNC)

Baca juga :  Pimpinan KPK Sebut Fungsinya Sebagai ‘Trigger’ Untuk Mendorong Polisi dan Jaksa

Comments are closed.