Mendagri Tjahjo Kumolo / Foto: Ist

Nawacitapost.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) meminta semua pihak, termasuk masyarakat untuk menghormati putusan hukum pengadilan terkait vonis dan hukuman tahanan terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Pernyataan Tjahjo menanggapi mengenai adanya reaksi dari masyarakat pasca vonis 2 tahun penjara terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas kasus penodaan agama, Senin (9/5).

“Setiap hakim memutus kasus apa pun juga pasti akan menimbulkan pro kontra. Misal kalau saya salah, diputus salah, pasti minimal keluarga saya (kontra putusan),” kata Tjahjo usai Rakornas Sosialisasi Kebijakan Ditjen Adwil Kemendagri di Hotel Sultan, Rabu (10/5).

Tjahjo menyatakan bahwa hakim bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa saat mengeluarkan keputusan.

“Enggak bisa diintervensi. Keputusan ya menjadi keyakinan hakim walau itu beda dengan apa yang didakwa. Tapi kan keyakinan dari fakta persidangan,” ujarnya. Oleh karena itulah, dia berharap agar masyarakat dapat memahami proses hukum Ahok.

“Jadi saya mohon masyarakat memahami bahwa ini proses hukum, proses pengadilan. Dimana kewenangan penuh yang tanggung jawab hakim, dia bertanggung betaangugn jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya.

Menurutnya, memang suatu kewajaran apabila terdapat pihak yang tidak puas dengan keputusan hakim. Selain itu, sebagian lainnya menyebut keputusan hakim tidak adil.

Tjahjo menyatakan, pemerintah sekali pun tak bisa mengintervensi hakim. “Dulu Pak Jokowi dibilang intervensi karena mentang-mentang, (Ahok) wakil gubernurnya. Polisi saja memutuskan (Ahok) tersangka enggak bisa apa-apa presiden,” katanya.

“Pak Ahok punya upaya hukum dan banding. Beliau (Ahok) waktu ketemu saya bilang ‘kalau memang saya diputus bersalah saya tanggun jawab, tapi hak saya, upaya-upaya hukum saya (hormati),” ujar dia. (fajar)

Baca juga :  Aksi Unras Di Verena Finance, Polres Serang Kota Polda Banten Himbau Prokes

 

Comments are closed.