Ilustrasi ISIS (Foto: Liputan6.com/Sangaji)

Nawacitapost.com – Tiga orang warga negara Indonesia yang dideportasi dari Turki tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada Jumat (21/4) malam pukul 21.40 WITA.

Ketiganya diterbangkan dengan pesawat Emirat Airlines EK398 dari Dubai.

Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja menyebutkan, ketiga WNI itu terdiri dari dua laki-laki berinisial AR (20) dan BSIR (48), bersama seorang perempuan ZZG (17).

“Diduga mereka akan bergabung dengan jaringan ISIS sehingga yang bersangkutan di deportasi oleh pemerintah Turki,” kata AKBP Hengky seperti dimuat JPNN.Com (Senin, 24/4).

Begitu turun dari pesawat, mereka bertiga lantas menuju counter imigrasi untuk stamp pasport. Hingga selanjutnya pukul 22.30 WITA, petugas Imigrasi membawa yang bersangkutan ke ruang kantor imigrasi kedatangan internasional untuk dimintai keterangan oleh Densus 88 Polda Bali.

Ketiganya mengaku berangkat dari Bali ke Jakarta dengan pesawat Garuda. Kemudian dari Jakarta menuju Turki naik pesawat Turki Airlines pada 28 Maret 2017, sampai di Turki 29 Maret 2017 dan kemudian ditahan oleh polisi Turki selama 20 hari dengan alasan dokumen tidak lengkap. Selama ditahan mereka dikasih makan roti dua kali sehari.

BSIR mengatakan diantar anaknya ZZG yang telah menikah pada bulan Desember 2016 dengan AR ke Turki dalam rangka untuk berbulan madu. Namun mereka tidak bisa menunjukkan dokumen nikah maupun akta nikah.

“Mereka dideportasi dari Turki karena dokumen tidak lengkap. Rencana awal mereka bertiga akan kembali ke Indonesia pada 27 April 2017. Namun dimajukan menjadi 20 April 2017, karena tidak membawa dokumen lengkap,” terangnya.

Usai diwawancarai sekitar pukul 23.20 WITA, mereka bertiga oleh KA Unit A TPI Bandara Ngurah Rai, disaksikan Kabid Darinsuk Imigrasi Ngurah Rai diserahkan kepada Densus 88 Polda Bali guna pemeriksaan lebih lanjut. [wid/rmol]

Baca juga :  Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Ditjen AHU Kerja Sama dengan Bank Mandiri

Comments are closed.