Foto: Net

Nawacitapost.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tahap II ‎Gedung Institut Pembangunan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, yang merugikan negara hingga Rp. 34 miliar dari total nilai proyek keseluruhan sebesar‎ Rp. 91,62 miliar.

“KPK menetapkan 3 tersangka terkait dengan proyek gedung IPDN di Provinsi Riau,” ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Tiga orang tersebut yakni, ‎Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kemendagri, Dudi Jocom, General Manager Divisi Gedung PT Hutama Karya, Budi Rachmat Kurniawan, dan General Manager PT Hutama Karya, Bambang Mustaqim.

Ketiganya) diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dalam pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan konstruksi Pembangunan Gedung kampus IPDN tahap II Kabupaten Rokan Hilir Riau pada Kementerian Dalam Negeri RI tahun anggaran 2011.

Menurut Febri, dua dari tiga orang tersangka yakni Dudy Jocom dan Budi Rahmat sebelumnya juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus terpisah yakni dugaan korupsi pembangunan kampus IPDN di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

“BRK juga pernah kita proses sebagai tersangka sekitar bulan September tahun 2014 dalam kasus pengadaan dan pelaksanaan peroyek pembangunan Diklat Pelayaran Sorong Tahap III pada Kementerian Perhubungan RI tahun 2011,” sebut Febri.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga :  Komitmen Wujudkan Zona Integritas, Kemenkumham Sumut Ikuti Lokakarya Menuju WBK WBBM