Hadirkan Program Kampus Kehidupan, Kemenkumham: Narapidana Bisa Kuliah

0
228
Menteri Yasonna H. Laoly saat meresmikan program kampus kehidupan kepada narapidana. (Foto: Ist)

 

Tangerang, NAWACITA– Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Ditjen PAS Kemenkum HAM)bekerjasama dengan Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang membuka program kampus kehidupan untuk Narapidana.

Sebanyak 33 narapidana di seluruh Indonesia mempunyai kesempatan mengikuti program ini jika dinyatakan lulus dari seleksi ketat yang diselenggarakan oleh Ditjen Pas.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly langsung meresmikan program Kampus Kehidupan ini dan sekaligus memberikan kuliah umum kepada para narapidan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pemuda Tangerang, Kamis,(18/10).

“Pendidikan itu hak dasar warga negara yang harus dipenuhi oleh negara. Itu merupakan amanat konstitusi kita. Tidak terkecuali bagi narapidana yang sedang kehilangan kemerdekaannya di dalam lapas,” ujar Yasonna seperti yang dirilis Ditjen PAS.

Narapidana yang terpilih akan menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UNIS selama empat tahun sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk Program Sarjana (S1).

“Ini akan menjadi bekal bagi mereka ketika keluar dari lapas. Namun, dewasa ini terdapat manfaat yang lebih makro dan bernilai sosial atau social return, yakni dapat menjadi penyebab positif untuk mengurangi tingkat kejahatan,” tambah Yasonna.

Ia mengungkapkan bahwa para narapidana yang mengikuti program Kampus Kehidupan tidak hanya akan menerima pendidikan di jenjang sarjana, namun juga akan mendapatkan pendidikan profesi advokat hingga lulus.

“Besar harapan mereka dapat aktif dalam organisasi bantuan hukum pro-bono sehingga dapat menjadi penasihat hukum atau kuasa hukum bagi saudara-saudara mereka yang saat ini tidak berkesempatan mengikuti kuliah di Kampus Kehidupan,” tutup Yasonna.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami, menjelaskan dari 33 narapidana, 30 orang mendapatkan beasiswa dan tiga orang kuliah secara swadaya. Mereka akan mengikuti pendidikan selayaknya mahasiswa di perguruan tinggi.

“Selain pendidikan di dalam kelas, mereka juga akan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Jika ada narapidana yang telah selesai menjalani masa pidananya atau mendapatkan Pembebasan Bersyarat, mereka dapat melanjutkan pendidikan di Lapas Pemuda Tangerang atau di kampus UNIS,” ujar Utami.

Melalui Program Pendidikan Tinggi ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada narapidana untuk mewujudkan mimpinya mengikuti pendidikan tinggi hingga memperoleh gelar sarjana dengan harapan mereka dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk pengembangan diri dan membantu sesama.

 

 

(Red: Faiz, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan