Hadiri Jambore Desa di Makassar, Presiden Ingatkan Penggunaan Dana Desa

0
46

Makassar NAWACITA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Jambore Desa Evaluasi Kebijakan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa tahun 2018 di Makassar Sulawesi Selatan.

Diacara tersebut, presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan penjabat lainnya.

Dikesempatan itu Presiden menekankan agar alira dana desa harus kembali bermanfaat untuk masyarakat desa.

Jokowi menegaskan agar penggunaan dana desa diarahkan untuk membeli barang yang ada di desa.

“Saya titip, terutama dalam penggunaan dana desa diarahkan dalam pembelian barang itu selalu membeli di lingkungan desa. Saya beri contoh saat membangun jalan desa, batu beli di desa itu, kalau tidak ada batu maka bisa beli di desa sampingnya, kalau tidak ada juga beli di lingkup kecamatan, pasirnya juga seperti itu, jangan keluar dari desa itu, semen juga sama,” kata Presiden Joko Widodo di Wisma Negara Makassar, Sabtu (22/12).

Kemudian penggunaan tenaga kerja, lanjut Jokowi, kalau membangun irigasi pasti ada tukangnya.

“Menggunakan tenaga kerja dari desa di situ, untuk apa? Saya ingatkan teori ekonominya uang ini kita harapkan Rp187 triliun jangan sampai kembali ke kota, ke Jakarta, tapi diarahkan agar uang berputar terus di desa sehingga perputaran uang di desa semakin banyak, banyak, banyak,” jelas Presiden.

Jokowi menjelas, pemerintah sudah mengucurkan total Rp187 triliun pada 2015-2018 untuk dana desa dengan rincian Rp20,7 triliun pada 2015, Rp47 triliun pada 2016, Rp60 triliun pada 2017, lalu Rp60 triliun pada 2018 dan pada 2019 direncanakan Rp70 triliun.

“Sehingga bayar tukang di desa itu, beli semen, pasir, batu ke orang di desa, jadi uang beredar di lingkup desa, ini yang kita harapkan. Kalau ada yang mengatakan ‘Pak beli semen di desa lebih mahal Rp5000 ya tidak apa-apa karena masuknya ke desa itu jadi muter lagi. Contoh tukang kita bayar setiap minggu dia akan beli sayuran ke pasar desa lalu uangnya muter di desa, ini yang kita harapkan,” ungkap Presiden.

Menurut Presiden dalam periode 2015-2018, dana desa sudah menjadi sumber pembangunan banyak infrastruktur desa di seluruh tanah air.

“Dari dana desa terbangun 158 ribu kilometer jalan desa, 18.400 posyandu, 48 ribu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) karena dana desa, 6.900 pasar desa, jembatan, irigasi, embung, air bersih, BUMdes (Badan Usaha Milik Desa), banyak sekali,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan