Gunung Soputan di Minahasa Meletus, Status Siaga III

0
106

Jakarta, NAWACITA– Gunung Soputan yang terletak di Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara meletus pada Rabu, (3/10) pukul 08.47 WITA.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menerangkan bahwa dari hasil pos pengamatan dan laporan PVMBG, letusan Gunung Soputan  mengeluarkan abu vulkanik. Tinggi semburan abu vulkanik sekitar 4.000 meter di atas puncak kawah atau 5.809 m di atas permukaan laut.

“Pagi ini Gunung Soputan di Minahasa Meletus, erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 39 mm dan durasi sekitar 6 menit. Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan barat laut, kata Sutopo melalui siaran pers (3/9).

Hujan abu vulkanik diperkirakan jatuh di daerah di barat-barat laut Gunung Soputan. VONA (Volcano Observatory Notice of Aviation) Orange. Artinya tidak mengganggu penerbangan. Bandara Internasional Sam Ratulangi di Kota Manado tetap beroperasi normal. Posisi bandara berada di Tenggara dari Gunung Soputan.

“Sekarang BPBD masih melakukan pemantauan dan belum ada laporan dampak letusan Gunung Soputan. Tim BPBD sudah menyebar membagikan masker kepada masyarakat,” ucapnya.

Masyarakat telah diimbau agar tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius 4 km dari puncak Gunung Soputan dan di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 km dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah untuk menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

“Status Gunung Soputan berada pada Status Level III (Siaga). Masih dalam keadaan aman. Masyarakat sudah mulai kita imbau agar tidak mendekat dengan jarak tertentu, “kata Sutopo.

Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang. Ikuti semua rekomendasi PVMBG. Pos pengamatan Gunung Soputan terus memantau aktivitas vulkanik. Masyarakat belum perlu mengungsi karena masih aman. Di dalam radius 4 km tidak ada permukiman. Jadi masih aman.

“Pengungsian terhadap masyarakat belum perlu karena radius terdekat tidak ada pemukiman. Kita terus melakukan pengamatan dan mengimbau agar masyarakat tidak panik, “ungkapnya.

 

 

 

(Red: Hulu, sumber rilis)

Tinggalkan Balasan