Gubernur Anies Pose Dua Jari, Mendagri: Kewenangan Bawaslu

0
71

Tjahjo Sebut Anies Sudah Izin Hadir di Konferensi Nasional Gerindra

Jakarta NAWACITA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo turut bicara tentang pose dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada acara Konferensi Nasional Gerindra beberapa waktu lalu.

Soal hadir di acara itu Tjahjo menyatakan, Anies sudah minta izin ke Kemendagri. Karena, kata Tjahjo, kepala daerah harus mengajukan izin ke Kemendagri ketika hendak menghadiri acara partai politik, gabungan partai politik, tim sukses dari pasangan capres-cawapres, atau acara caleg DPR hingga DPRD.

Namun untuk soal pose dua jari, Mendagri menyebut hal itu meruoakan ranah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Soal Pak Anies yang pose dua jari, yang pertama, yang penting Pak Anies sudah menyampaikan izin kepada Mendagri, (izin) untuk hadir di acara itu (Konferensi Nasional Gerindra),” kata Tjahjo di Istana Wakil Presiden, dengan didampingi Anies

“Soal dipermasalahkan karena pose dua jari, itu bukan saya (Mendagri), itu adalah kewenangan penuh daripada Bawaslu,” imbuhnya.

Tjahjo pun enggan menanggapi soal pose dua jari Anies itu dapat dipersoalkan atau tidak. Ditegaskannya lagi, Bawaslu yang berhak menentukan pose 2 jari tersebut. Ia pun mencontohkan pernah juga ada menteri yang dipanggil terkait hal yang sama.

“Seperti dulu ada menteri yang dipanggil kan juga ada. Tugas kami hanya (izin), gubernur yang baru mengajukan izin baru Pak Anies yang kedua Gubernur Kepri, itu saja,” paparnya.

Untuk diketahui, terkait pose atau salam dua jari di acara Konferensi Nasional Gerindra itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan dilaporkan ke Bawaslu oleh Jaringan Advokat Pengawal NKRI (JAPRI).

Presidium Nasional JAPRI, Abdul Fakhridz menyebutkan, pihaknya menduga, bahwa Anies aktif di dalam acara tersebut. Anies dinilai telah melanggar aturan pejabat publik dengan melakukan kampanye.

Salam dua jari yang ditunjukkan Anies Baswedan, menurut Abdul, merupakan sebuah simbol dukungannya terhadap pasangan calon Presiden dan wakil presiden Nomor Urut 02.

Dari tim Prabowo-Sandi, Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional Capres nomor urut 2 tersebut, Nizar Zahro, menyatakan pose dua jari Anies bukan termasuk kampanye.

“Soal salam dua jari bukanlah ajakan kampanye. Disebut kampanye bila Anies menyuruh mencoblos 02,” kata Ketua DPP Partai Gerindra ini, Rabu (19/12).

Salam dua jari, diteegaskannya, bukanlah tagline dari salah satu pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019. Sebab, kata dia, nomor urut yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) adalah nomor urut dengan awalan nol di depan angka satu dan dua.

“Perlu diketahui KPU menetapkan 02 sebagai nomor urut Prabowo-Sandi. KPU tidak pernah menetapkan salam dua jari sebagai identifikasi capres atau cawapres tertentu,” ucapnya.

Pihaknya menilai, Anies sudah berjalan sesuai dengan koridor dan aturan yang ada saat hadir dan memberikan pidato dalam acara tersebut. Karena itu, dia berharap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak asal menghakimi Mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

“Kemendagri harusnya lebih teliti dalam menghakimi tindakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pidato Anies sudah tepat, tidak ada ajakan untuk memilih atau mencoblos capres mana pun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan