Grand Syekh Al-Azhar: Pancasila Tidak Bertentangan dengan Islam

0
39
Grand Syekh Al-Azhar
Grand Syekh Al-Azhar

Jakarta, NAWACITA- Sebagai negara dengan penduduk mayoritas memeluk agama Islam, Indonesia kedatangan tamu istimewa, Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb.

Grand Syekh Al-Azhar di Indonesia untuk menghadiri Konsultasi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasatiyah di Istana Bogor, Selasa (1/5/8).

Salah satu yang menjadi perhatian Ath-Thayyeb yakni Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Grand Syekh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb yang baru saja dinobatkan sebagai ulama paling berpengaruh di dunia oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre ini tanpa ragu-ragu memberikan pujian terhadap Pancasila dan kepada Presiden Soekarno sebagai pencetusnya.

Ath-Thayyeb menjelaskan, rumusan Pancasila bukan hanya sekedar sejalan dengan Islam, akan tetapi setiap butir dalam Pancasila merupakan esensi ajaran Islam yang harus diperjuangkan. Ditegaskan olehnya bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam.

“Nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, prinsip musyawarah, dan keadilan adalah intisari ajaran Islam,” ujarnya dalam keterangan yang dikutip Sabtu (5/5).

Ulama yang juga tokoh terdepan dalam menyuarakan moderasi Islam tersebut menambahkan, pemikiran Bung Karno telah berhasil membangun hubungan diplomasi antara Indonesia dan Mesir dan memberikan inspirasi kepada dunia Internasional, terutama semangat anti kolonialismenya.

“Konferesi Asia Afrika (KAA) tahun 1955 di Bandung yang diinisiasi oleh Presiden Soekarno berhasil menggelorakan semangat kepada negara-negara di Asia dan Afrika yang mayoritas masih terjajah untuk merdeka dan berdaulat,” papar Ath-Tayyeb.

Secara eksplisit, pernyataan Ath-thayyeb tersebut menunjukkan Pancasila merupakan dasar negara yang ideal untuk Indonesia sebagai negara yang memiliki masyarakat yang beragam.

Tinggalkan Balasan