Hotel Gantung Gunung Parang Purwakarta Jadi Incaran Wisatawan Lokal dan Mancanegara

1
590

Purwakarta,NAWACITA-Gunung Parang Purwakarta terus mendulang kesuksesan sejak booming dalam dua tahun terakhir. Objek wisata ini bahkan menjadi senjata utama Purwakarta dalam menggaet wisatawan mancanegara (wisman).

Pesona Gunung Parang Purwakarta memang tidak pernah habisnya. Selain menyuguhkan pemandangan dengan nuansa alam terbuka, mayoritas wisatawan datang ke tempat ini ingin menjajal langsung sensasi memanjat tebing yang menjadi daya tarik utamanya.

Melihat perkembangan Gunung Parang yang kian pesat, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan bahwa saat ini pemerintah Kabupaten Purwakarta sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan infrastruktur di sekitar objek wisata tersebut.

Terlebih setelah viralnya Hotel Gantung yang berada tepat di puncak Gunung Parang. Minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi tempat ini pun semakin besar

“Hotel Gantungnya itu cuman satu. Kami sudah sering mendengar permintaan wisatawan supaya pengelola menambah jumlahnya. Karena sampai saat ini, kalau mau nginap di Hotel Gantung waiting listnya panjang banget sampai ratusan. Harus berbulan-bulan sebelumnya baru bisa dapat,” tutur Anne Ratna Mustika saat ditemui di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat, Jumat 18 Oktober 2019.

Anne kemudian menceritakan sebuah cerita lucu seputar Hotel Gantung di Gunung Parang Purwakarta. Menurut penuturannya, tujuan awal pembangunan hotel itu sebetulnya ditujukan untuk para wisatawan mancanegara.

Hotel Gantung dinilai bisa jadi representatif Purwakarta di kancah internasional karena keunikan dan view pemandangannya yang sangat indah. Namun dalam praktiknya, hotel tersebut justru dipenuhi wisatawan lokal karena memang tempatnya instagramable.

Lebih lanjut, Anne menjelaskan, meningkatnya jumlah kunjungan di Gunung Parang juga berkontribusi dalam mendatangkan investasi dan menyejahterakan warga sekitar.

“Sampai sekarang investasi untuk penginapan, bungalow, cottage semakin ramai. Oleh karena itu, sejak 2013 lalu, kita dorong pembangunan infrastruktur untuk mempermudah akses menuju Gunung Parang. Karena kalau aksesnya susah, tidak mungkin orang mau datang,” kata Anne.

 

Comments are closed.