Hamish Daud Ajak Masyarakat Cegah Kepunahan Binatang Laut

2
14

Jakarta,NAWACITA-Indonesia sebagai negara maritim, dikenal memiliki julukan Marine Mega – Biodiversity terbesar di dunia. Namun, Hamish Daud, Pendiri Yayasan IOP (Indonesian Ocean Pride) sekaligus aktivis lingkungan, menyebutkan binatang-binatang laut Indonesia keberadaannya memang sedang terancam.

Hamish Daud menyebutkan, binatang-binatang laut di Indonesia terancam karena limbah plastik. Selain itu, perburuan dan eksploitasi juga merusak habitat laut.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan mencapai 70 persen dari total luas wilayah. Sekarang keberadaan binatang-binatang laut ini terancam karena aktivitas pembuangan limbah plastik, perburuan dan penangkapan ikan, perdagangan ilegal, dan eksploitasi yang merusak habitat laut,” tutur Hamish Daud, Jumat (11/10/2019) di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Kondisi Lautan Indonesia Semakin Menurun

Tahukah Anda, Indonesia adalah rumah bagi 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, dan 950 spesies biota terumbu karang. Namun sayangnya, kondisi lautan Indonesia semakin mengalami penurunan.

Menurut Hamish Daud, kesehatan dan kualitas laut Indonesia yang menurun ini mau tak mau memang berpengaruh pada perekonomian Indonesia.

“Laut Indonesia adalah masa depan bagi pembangunan kesejahteraan bangsa, karena menyimpan potensi ekonomi yang besar, serta rumah bagi beraneka ragam binatang laut. Jika binatang-binatang laut terancam, maka kesehatan laut juga turut terancam. Hal ini tentunya berdampak langsung pada sektor ekonomi bangsa, seperti perikanan dan pariwisata,” jelas Hamish.