Viral Penipuan di Money Changer Bali Gara-Gara Ini?

1
15
Viral Penipuan di Money Changer Bali Gara-Gara Ini?

Bali, NAWACITA- Sebuah dugaan penipuan di money changer Bali viral karena aksi seorang pemandu wisata. Kabarnya sudah sering terjadi, bagaimana reputasi Bali kini dan nanti?

Aksi heroik seorang pemandu wisata di Bali, Bonik Ingunau, membantu seorang wisman asal Latvia , Thomas, viral di media sosial. Thomas yang mengaku kena tipu di sebuah money changer meminta bantuan Bonik, mantan pemandu wisatanya dulu.

Bonik menjelaskan bahwa Thomas pada dasarnya begitu terpesona dengan Bali. Kasus penipuan yang menimpanya pun terjadi karena Thomas sedemikian percaya kepada orang Bali.

“Dia enggak curiga dengan penipuan rate tinggi di money changer karena percaya sama orang Bali. Thomas tahu orang Bali seperti apa,” ungkap Bonik, Rabu.

Menurut penuturan Bonik, saat pulang ke negaranya usai menjalani liburan pertamanya ke Pulau Dewata, Thomas masih terus menceritakan soal Bali ke teman-temannya. Liburan keduanya ke Bali saat ini pun kembali dilakukan Thomas bersama teman-temannya.

“Thomas sendiri enggak mau lapor polisi karena enggak mau liburannya terganggu. Dia minta bantuan saya karena percaya sama saya,” kata Bonik.

Setelah berhasil mendapatkan uangnya kembali, Bonik menjelaskan kepada Thomas bahwa sebagai orang Bali, kejadian seperti ini tidaklah dikehendaki.

Baca Juga : 5 Stasiun Kereta Api Paling Romantis dan Ikonik di Indonesia

“Waktu dia minta bantuan, saya tidak menjamin uangnya kembali. Tapi saya akan melakukan sesuatu untuk dia. Thomas mengapresiasi hal ini, dia percaya sama saya dan yakin kalau Bali itu tidak buruk,” ungkap Bonik.

Bali bukan cuma soal alam yang indah dan adat yang begitu mendarah daging. Ada sisi humanis yang dirasakan oleh wisatawan asing yang liburan ke Bali. Keramahan dan kebaikan hati orang Bali menjadi candu bagi wisatawan asing yang terbiasa dengan hidup kaku.

“Penipuan ini sudah sering terjadi, takutnya imej baik yang terbentuk lama-lama menjadi buruk. Desa adat harusnya melakukan sesuatu bukan membiarkan penipuan ini terus terjadi,” tambah Bonik.

Harapannya, penipuan berkedok money changer segera diselesaikan. Entah dengan izin badan usaha resmi atau penertiban oleh pihak berwajib. Karena kegiatan penipuan sangatlah merugikan kedua belah pihak, wisatawan maupun daerah wisata.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here