Heboh! Nikahi Pria Jerman, Seleb Tiktok Ragil Mahardika, Gay Asal Medan Ingin Adopsi Anak

0
827
(foto Instagram @ragilmahardika)

Jakarta, NAWACITAPOST – Dunia media sosial kembali dikejutkan dengan ramainya video wawancara Selebriti Tiktok (Seleb Tiktok), Ragil Mahardika dengan salah satu stasiun televisi swasta. Ragil beberapa waktu lalu sempat diwawancarai soal situasi Covid-19 di Jerman.

Pria asal Medan dengan Suku Batak Karo ini telah Sembilan tahun merantau ke Jerman. Dalam akun Instagramnya @ragilmahardika pria gay ini mengakui bahwa Indonesia adalah Negara Ibu Kandung dan Jerman adalah Negara Ibu Angkat.

Kini Ragil bahkan hidup berumah tangga dengan seorang kekasih. Bukan dengan seorang istri, melainkan dengan seorang suami yang diketahui bernama Frederik Vollert. Keduanya menikah pada Juni 2018 lalu dan telah memiliki hubungan spesial enam tahun sebelumnya.

Sebagai keluarga, Ragil dan Fred pun merindukan kehadiran seorang anak. Maka dari itu mereka berdua tengah berupaya memperoleh anak melalui prosedur mengadopsi anak di Jerman. Mereka menargetkan berhasil adopsi anak sekitar pada September – Oktober 2021.

Sebelumnya Ragil dan Fred mengaku telah berunding panjang lebar soal anak. Mereka bahkan sengaja membeli rumah, dan Ragil kembali melanjutkan kuliah untuk mendapatkan pekerjaan supaya bisa mengadopsi anak.

“Tujuan beli rumah, kuliah, kerja lebih bagus dan bisa work from home dan bisa menjaga anak nanti,” harap Ragil.

Beberapa alternatif guna memperoleh anak ditolaknya, namun pilihan yang paling menggebu-gebu lantas jatuh pada adopsi anak. Nantinya di bawah hukum, Ragil dan Fred akan ditetapkan menjadi orang tua sebenarnya. Akan ada surat dari kantor urusan anak dan pengadilan anak, bahwa mereka akan menjadi orang tua resmi.

“Ada tiga bagian lagi. Adopsi pertama, orang tua dan anak tidak ada hubungan sama sekali. Ada adopsi setengah, istilahnya jadi tahu siapa orang tua anak tetapi tidak boleh bertemu hanya boleh kirim surat dan adopsi full atau terbuka. Jadi kita tahu siapa orang tuanya dan boleh mempertemukan dengan anak, setahun sekali, dua kali, tergantung kesepakatan seperti apa,” jelas dia.

Ragil juga jelaskan bahwa di prosedur adopsi anak, orang tua tidak bisa memilih anak yang akan diadopsi. Kantor urusan anak selanjutnya yang akan menyocokkan anak ke calon orang tua.

“Aku cuma bisa (sebut kriteria) anak masih bayi atau sampai umur segini. Kalau nggak ada, kan gabisa juga (adopsi). Jadi lebih kepada si kantor urusan anak akan cari orang tua yang cocok untuk anak, bukan cari anak untuk orang tua,” jelas Ragil.

Adapun beberapa persyaratan adopsi anak di Jerman adalah, sudah menikah selama dua tahun dan memiliki usia lebih dari 21 tahun dan 25 tahun. Sedangkan untuk single, harus berusia minimal 25 tahun.

Selain persyaratan itu, terdapat beberapa dokumen diperlukan seperti akta lahir, surat keterangan domisili, dan dokumen lain yang jumlahnya banyak. Tes kesehatan untuk mendapat buah hati dari proses adopsi yang juga wajib dilakukan keduanya.

Tahapan demi tahapan dalam adopsi anak pun sudah dilakukan oleh pasangan heteroseksual itu. Seperti pasangan pada umumnya, Ragil dan Fred melewati tahapan ketat, misalnya saja pada tahap wawancara keduanya menghabiskan waktu berjam-jam.

“Belum lagi saat mempersiapkan semua dokumen yang diperlukan, mulai dari akta lahir, domisili, tidak terhitung banyaknya,” tambah Ragil,” Untung akhirnya lengkap semua,” katanya lega.

Perjuangan peroleh anak belum berakhir, setelah wawancara keduanya melakukan cek kesehatan jasmani dan rohani, namun keduanya mengaku lega karena berhasil lolos melewati tahapan tes.

“Kami juga lewati tes kesehatan, kita harus pergi ke dokter dan cek segala macam urusan kesehatan. Mulai dari penyakit dalam sampai penyakit psikis juga,” ujarnya semringah, setelah pasangan yang tinggal di Kota Bamberg, Jerman, itu lolos dalam tes-tes tersebut.

Kemudian tahapan selanjutnya yang masih dinanti keduanya adalah survei ke kediaman dan wawancara tahap akhir.

“Lalu setelah itu, akan ada tim yang datang ke rumah untuk mengecek situasi dan kondisi di rumah. Akan dilihat bagaimana kemungkinan anak itu akan tinggal di rumah kita,” jelas seleb TikTok asal Medan ini.

Dalam survei tersebut Ragil menjelaskan seluruh aktivitasnya bersama suami akan dianalisa, mulai dari memasak, pola komunikasi, cara mereka menyelesaikan masalah, dan masih banyak lagi.

“Jadi dipantau, apakah kita bisa menjadi orang tua yang baik, begitu,” ujar Ragil