Marak Demo, Arie Untung Teringat Peristiwa 1998

Jakarta,NAWACITA– Arie Untung ikut menanggapi demonstrasi yang dilakukan para mahasiswa di depan gedung DPR, Jakarta pada Selasa 24 September 2019. Melihat aksi para mahasiswa, Arie pun teringat dengan kejadian di tahun 1998 lalu.

“Ya ini kaya saya inget tahun 1998 waktu saya masih mahasiswa juga. Ya ternyata dalam setiap roda kehidupan tuh ada momen-momen ini. Tapi saya memang melihat mahasiswa ini penuh dengan pemikiran dan berpendidikan ya,” ujar Arie Untung saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

Suami dari Fenita Jayanti ini pun menilai bahwa aksi mahasiswa akan terjadi lagi di generasi-generasi selanjutnya. Sementara itu, mengenai isi dari Rancangan Undang-undang KUHP, Arie tak setuju. Menurutnya, jika pasal tersebut disahkan maka akan berpotensi terjadinya konflik di kemudian hari.

“RKUHP yang pasal-pasalnya agak mengada-ada menurut saya. Sesuatu yang enggak perlu diatur, diatur. Saya merasa bahwa ketika ini (pasal) ada malah jadi rawan konflik dan saya rasa ini sudah diprediksi pasti. Kalau kita baca pasti kita akan lihat wah ini rawan konflik tinggal tunggu waktunya saja. Maksudnya konflik secara protes ya dan apalagi pasal-pasal yang ada di sana agak sedikit kurang pantas,” lanjut ayah 3 anak ini.

Salah satu pasal yang menjadi sorotan Arie Untung adalah mengenai santet. Menurutnya, undang-undang mengenai kejahatan yang tak dapat dibuktikan dengan nalar itu justru akan memicu masalah lainnya.

“Santet kan enggak bisa dibuktikan secara fisik. Kaya misal saya sakit disantet dia. Terus dia dipenjara. Tapi kita enggak ada bukti sebenarnya. Banyak hal yang justru membuat peluang untuk menimbulkan kejahatan baru,” lanjutnya.

Seperti diketahui, para mahasiswa dari berbagai daerah melakukan aksi di depan gedung DPR. Mewakili rakyat Indonesia, mereka menolak sejumlah pasal Rancangan Undang-undang (RUU) yang dinilai kontroversi.

Baca juga :  Alasan Yusuf Oebelet Bernada Tinggi pada Cita Citata