9 Tren Digital Marketing 2019 yang Perlu Kamu Ketahui

1
177
Nawacita - 9 Tren Digital Marketing 2019

Jakarta, NAWACITADigital marketing menjadi salah satu teknik pemasaran yang paling diminati sejak beberapa tahun belakangan. Kemunculannya tidaklah terlepas dari keberadaan internet yang juga tumbuh pesat di era modern ini. Setiap tahunnya, tren digital marketing baik skala nasional maupun global mengalami perubahan dan perkembangan. Lalu, bagaimana tren digital marketing di tahun 2019 ini? Berikut 9 hal di antaranya yang perlu kamu ketahui.

  1. Penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi buah bibir di kalangan perusahaan besar terutama dalam bidang pengembangan teknologi. Keberadaan AI diprediksi akan sangat membantu kegiatan pemasaran khususnya dalam digital marketing karena memiliki berbagai kelebihan. Beberapa di antaranya adalah mengolah data dalam jumlah besar, dan memberikan respon yang sangat cepat serta menciptakan tren pasar baru.

Inilah yang menjadi pertimbangan utama perusahaan besar dunia untuk menggunakannya selain bisa menghemat pengeluaran perusahaan. Contohnya saja berdasarkan data dari Forrester’s Global State of Artificial Intelligence Online Survey sebanyak 57 persen perusahaan menggunakan AI untuk meningkatkan pelayanan dan pengalaman konsumen. Alhasil, AI mampu meningkatkan pelayanan konsumen dan penjualan produk hingga 44 persen.

2. Aplikasi Chatbot untuk lebih dekat dengan konsumen

Beberapa tahun belakangan popularitas chatbot semakin meningkat dan akan mengalami lonjakan di tahun ini. Hal ini dikarenakan chatbot memiliki banyak keunggulan dan salah satunya adalah mampu menanggapi pertanyaan dasar dari pelanggan secara cepat dan memuaskan. Chatbot dalam pengembangannya kelak tidak hanya mampu melayani pertanyaan konsumen secara cepat, namun bisa melakukan layanan transaksi yang semakin komplek.

Kelebihan dari chatbot di antaranya mampu menjawab segala bentuk pertanyaan, masukan dan keluhan konsumen selama 7 hari 24 jam nonstop. Bandingkan bila menggunakan customer service konvensional, hal ini akan sulit terjadi. Selain itu dari segi pengeluaran, dapat menekan biaya bagi perusahaan ketimbang harus membayar customer service. Sementara dari sisi kepuasan pelanggan, tentu mereka akan lebih puas dengan pelayanan yang cepat dan nyaman.

3. Omnichannel Marketing

Strategi marketing omnichannel bisa diartikan sebagai model bisnis lintas channel yang umumnya digunakan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen di suatu perusahaan, baik secara online maupun offline. Misalnya, terdapat konsumen memposting barang belanja di sebuah website di pagi hari, lalu dia melakukan transaksi pembelanjaan di siang hari saat istirahat dan mengambil barang tersebut di toko di sore hari.

Keunggulan dari penerapan strategi ini terlebih dalam ranah digital marketing adalah baik pemasaran maupun penjualan terintegrasi tanpa terputus. Penelitian yang dirilis oleh Invesp menyebutkan jika perusahaan yang menggunakan strategi ini mampu meningkatkan engagement kepada konsumen sebesar 89 persen. Jadi, tidak ada salahnya mencoba menerapkannya di brand kamu.

4. Accelerated Mobile Pages (AMP)

Accelerated Mobile Pages (AMP) merupakan open source yang dapat memformat halaman web statis sehingga bisa memuat artikel dengan sangat cepat di sebuah perangkat mobile. AMP ini sudah banyak digunakan oleh lebih dari 200 penerbit konten. Termasuk dalam hal ini adalah WordPress, Google, LinkedIn, Medium, dan  Twitter.

Penggunaan AMP sangat berguna untuk pengembangan website perusahaan terutama untuk engagement konsumen. Dengan menggunakan AMP halaman yang dimuat hanyalah membutuhkan waktu kurang dari 0.5 detik saja. Sehingga konsumen lebih cepat memperoleh informasi mengenai produk yang mereka cari di dalam website perusahaan.

5. Marketing Automation

Marketing automation merupakan teknik otomatisasi dalam bidang digital marketing dengan menggunakan software marketing. Dalam sebuah departemen pemasaran, terkadang ada beberapa hal yang harus dilakukan berkali-kali seperti mengirimkan email, media sosial, dan nomor telepon kepada pelanggan. Bila ini dilakukan dengan cara manual, jelas membutuhkan tenaga dan waktu yang cukup lama.

Maka dari itu keberadaan strategi marketing automation mampu membuat tugas tersebut menjadi makin mudah. Manfaat dari penggunaan marketing automation ini adalah untuk segmentasi konsumen. Misalnya saja untuk menentukan kriteria pelanggan berdasarkan latar belakang mereka untuk memudahkan dalam menawarkan produk berdasarkan segmen yang tepat.

Comments are closed.