Menilik Nutrisi Susu Hewani dan Susu Nabati

0
95

Jakarta,NAWACITA – Saat ini tersedia banyak sekali jenis susu di pasaran, baik susu hewani maupun nabati. Sebagian orang beranggapan susu nabati memberikan kita lebih banyak manfaat kesehatan. Nah, sebenarnya mana yang lebih sehat di antara keduanya?

Dr. Diana F. Suganda, M.Kes, Sp.GK menjelaskan, jika dibandingkan dengan jumlah porsi yang sama, nutrisi pada susu hewani cenderung memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. “Semua yang dari hewani pasti lebih tinggi (nutrisinya), kandungan protein, kalsium pasti lebih tinggi,” ujar Diana dalam peluncuran minuman susu Nutriboost di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019).

Hanya saja, beberapa orang mengalami intoleransi laktosa atau tidak mampu mencerna laktosa dalam produk susu. Mengkonsumsi susu hewani membuat orang-orang dengan kondisi khusus tersebut merasakan sejumlah gangguan pencernaan, seperti kembung, jerawatan, hingga diare. Sehingga, mereka harus mencari alternatifnya dalam hal ini susu nabati.

“Jadi semua ada peruntukannya. Kalo orang yang aman pasti saya anjurkan susu sapi,” tuturnya.

Untuk susu hewani, usia dewasa dianjurkan mengkonsumsi 300 hingga 400 ml. Sementara untuk susu nabati, Diana mengatakan belum mendapatkan penelitian yang merekomendasikan saran jumlah konsumsi per harinya. Namun pada intinya, dianjurkan untuk mengkonsumsi protein hewani dan nabati secara seimbang dalam pola makan sehari-hari namun dengan porsi protein hewani yang lebih banyak sesuai dengan kebutuhan tubuj.

“Hewani biasa 2:1 kebutuhan nabati. Karena sama-sama 100 gram bisa mendapatkan protein lebih banyak. Tapi semya harus balance. Sebisa mungkin dalam sehari mengkonsumsi protein hewani dan nabati, tinggal disesuaikan,” kata dia.