Masyarakat Jepang Punya Tradisi Mengolah Makanan Beracun

0
156

Jakarta,NAWACITA- Masyarakat lokal di Amami Oshima, sebuah pulau terpencil di Jepang punya tradisi unik. Tahukah Anda, para penduduk lokal di pulau ini memiliki sebuah tradisi yang tak biasa, yakni mengolah makanan beracun.

Sebagaimana dilansir  Greatbigstory, Selasa (27/8/2019) para penduduk lokal di Amami, menumbuhkan tanaman yang bernama Cycad, meskin bisa dikonsumsi, namun tanaman langka ini masuk dalam kategori menjadi makanan beracun dan sangat mematikan.

Namun dengan teknik pengolahan khusus yang diwarisi oleh nenek moyang Selama bertahun-tahun, penduduk pulau ini telah mengembangkan cara mengubah makanan beracun ini jadi santapan yang aman dikonsumsi.

Bahkan tanaman ini bisa diolah menjadi mi, kue-kue kering, mochi, keripik, hingga sponge cake. Contohnya yang dilakoni oleh salah satu penduduk Amami Oshima, Akiho Wada. Walau bisa dibilang mengolah Cycad adalah pilihan beresiko, namun ia lebih memilih untuk tetap melestarikan budaya pengolahan makanan yang diwariskan oleh nenek moyangnya.

“Saya ingin melestarikan budaya makanan yang diwariskan nenek moyang. Cycad yang bisa tumbuh walau tanpa air ini memang, kalau dimakan kebanyakan bisa beracun bagi tubuh. Namun dengan proses trial dan eror, leluhur kami mengetahui cara mengeluarkan racun dari Cycad,” ungkap Akiho.

Sebagaimana disebutkan Akiho, teknik yang diwariskan oleh para leluhurnya untuk mengeluarkan racun dari Cycad, sehingga akhirnya bisa diolah menjadi bahan makanan ialah dengan proses fermentasi dan pengeringan.

Melalui proses fermentasi dan pengeringan, racun yang ada di dalam Cycad bisa keluar. Kemudian menghasilkan sari pati yang bisa dimanfaatkan untuk membuat mi dan berbagai jenis makanan lainnya.

Namun sebetulnya, alasan apa sih yang mendasari para penduduk di pulau ini mau bersusah payah mengolah tanaman beracun untuk jadi bahan makanan?

Alasan sejarah ternyata jadi faktornya, disebutkan selama masa penjajahan Amerika di Jepang setelah masa Perang Dunia II, orang-orang di pulau Amami sama sekali tidak memiliki akses ke daratan dan dilanda kelaparan karena sumber daya berkurang.

Kala itu, satu-satunya bahan pokok yang dimiliki di pulau itu adalah Cycad. Maka dari itu terpaksa, para penduduk harus menemukan cara untuk menghilangkan racun agar bisa membuat tanaman itu aman untuk dikonsumsi. Hingga akhirnya praktik memasak dengan Cycad hidup sebagai tradisi dan cara yang berharga bagi masyarakat pulau Amami, sebagai salah satu agar mereka tidak pernah melupakan sejarah dan menghormati para leluhur.