Jakarta, NAWACITApost.com - Sorgum memang kurang populer dibanding biji-bijian lainnya, seperti beras, gandum, dan jagung. Padahal, sorgum sebenarnya memiliki manfaat kesehatan, bahkan bisa menjadi pengganti nasi. Pantas saja, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko gencar mempromosikan tanaman satu ini.
"Menanam dan membudidayakan sorgum ini memiliki banyak keuntungan," kata Moeldoko, dikutip Rabu (15/3/2023).
Sorgum adalah tanaman rumput-rumputan yang berkerabat dekat dengan tanaman padi dan jagung. Tanaman ini adalah serealia yang berasal dari Afrika yang memiliki iklim subtropis.
Di beberapa daerah, tanaman serealia ini dikenal juga dengan sebutan cantel atau gandrung. Cantel atau gandrung ini mampu tumbuh di tanah yang tidak terlalu subur dan pengairan yang terbatas.
Hasil penelitian Balai Penelitian Tanaman Serealia menunjukkan sorgum dapat mensubtitusi beras sampai 30 persen dengan cita rasa yang dapat diterima konsumen. Dalam 100 gram sorgum, mengandung kalori 332 cal, protein 11g, lemak 3,3g, karbohidrat 73 g, vitamin B1 11,1 mg, serat 2,3%, fosfor 287 mg, kalsium 28 mg, dan zat besi 4,4 mg.
Jadi kalau dibanding terigu, nilai gizinya jauh lebih baik. Untuk terigu kalori 365 cal, protein 8,9 g, lemak 1,3g, karbohidrat 7,7g, vitamin B1 0 mg, serat 0%, P 16 mg, kalsium 106 mg, dan zat besi 1,2 mg.
Demikian juga jika dibandingkan dengan beras, sorgum masih punya keunggulan. Adapun untuk baras mengandung kalori 360 cal, protein 7 g, lemak 0.7 g, karbohidrat 79 g, vitamin B1 9,8 mg, serat 1%, P 147 mg, kalsium 6 mg, dan zat besi 0,8 mg.
"Sorgum itu tahan hama, bisa dipanen beberapa kali dan batangnya bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku gula lantaran mengandung etanol dan dapat digunakan untuk pakan ternak," kata Moeldoko.