Kamis, 4 Juni 2026

Dampak Buruk Tidur Dengan Lampu Menyala

Photo Author
Vanessa, Nawacita Post
- Senin, 11 April 2022 | 14:06 WIB

Jakarta, Nawacitapost.com -  Beberapa orang mungkin merasa nyaman, jika tidur dengan kondisi lampu yang menyala. Namun ternyata, paparan cahaya ketika tidur bisa berdampak negatif pada kesehatan, salah satunya meningkatkan detak jantung serta mengganggu kadar gula darah.

Melansir dari Kompas.com, Studi yang dilakukan sejumlah peneliti di Northwestern University di Chicago. Mereka menemukan bahwa paparan cahaya dalam buatan seperti televisi, alat elektronik, hingga lampu di malam hari bisa meningkatkan detak jantung saat tidur.

Selain itu, bahaya tidur dengan lampu menyala lainnya adalah mengganggu sistem metabolisme glukosa darah keesokan harinya. Menurut penulis studi di Northwestern University Dr Phyllis Zee, sejumlah kecil cahaya yang masuk melalui mata menuju otak maih memiliki efek yang sangat signifikan. oleh karena itu, paparan cahaya buatan saat malam hari bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, serta sindrom metabolik.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti merekrut 20 orang dewasa berusia muda lalu menempatkan mereka di laboratorium selama 3 hari 2 malam. Sepekan sebelum penelitian, peneliti mengevaluasi kebiasaan tidur peserta menggunakan alat untuk merekam gelombang otak dan buku harian.

Menurut studi yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences tahun 2022 ini, peserta penelitian diacak untuk mengambil bagian dalam salah satu dari dua kondisi tidur yaitu, kondisi cahaya kamar redup serta terang.

Hasilnya menunjukkan, bahwa tidak seperti mereka yang menghabiskan dua malam dalam kamar redup, kelompok yang terpapar cahaya mengalami peningkatan detak jantung sepanjang malam.

Zee menjelaskan penyebab detak jantung dan kadar insulin meningkat saat tidur dengan lampu menyala, kemungkinan disebabkan oleh munculnya gairah selama tidur. Cahaya juga dapat memengaruhi jam sirkadian ataupun sekresi melatonin. Beberapa ilmuwan telah mengaitkan gangguan melatonin dengan sejumlah penyakit termasuk kanker, dan diabetes.

Editor: Vanessa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini