Ketua Umum Terpilih yang Dikukuhkan Maret 2022, Dr. Adib Khumaidi: Program IDI Kedepan Harus Sejalan dengan Pemerintah

0
140
Ketua Umum IDI Terpilih dan Dikukuhkan Maret 2022, Dr. Adib Khumaidi

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Jika tidak ada aral melintang organisasi Ikatan Dokter Indonesia akan melaksanakan Muktamar ke-31 di Aceh. Agendanya mensahkan dan mengukuhkan atau menetapkan Ketua Umum IDI periode 2022 -2025, yaitu  Dr. Adib Khumaidi Sp.OT dan memilih Ketua Umum berikutnya untuk periode 2025 -2028.

Perlu diketahui, bahwa Dr. Adib Khumaidi Sp.OT terpilih saat Muktamar ke -30 akhir Oktober 2018 di Samarinda. Dan, Dr Daeng M Faqih SH, MH ditetapkan sebagai Ketua Umum IDI nya untuk periode 2018-2021 di Muktamar Samarinda. Karena situasi pandemi Covid -19,  muktamar ke 31 di Aceh diundur menjadi Maret 2022 di.

Baca Juga : Sarman Simanjorang, Anak Petani Yang Berserah Kepada Tuhan

Kini tongkat estafet kepimimpinan IDI akan diserahkan dari dr Daeng ke dr. Adib yang akan dilakukan di Muktamar IDI ke-31 di Aceh. Dr. Adib adalah spesialias orthopedi dan juga dosen.  Punya hobi mendengarkan musik dan menulis.

Ketua Umum Terpilih dan Dikukuhkan Maret 2022, Dr. Adib Khumaidi

Banyak beredar kabar, kala IDI berseberangan dengan mantan Menkes Letjen TNI (Purn) dr, Terawan Agus Putranto. Ditambah dengan adanya rumor IDI yang katanya kerap berbeda pendapat dengan pemerintahan presiden Jokowi.

Dr Adib  menyatakan semua itu tidak sepenuhnya benar. Memang ada perbedaan tapi tidak prinsip, yang penting ada ada solusi tepat bagi kemajuan rakyat, khususnya di bidang Kesehatan.

Dalam wawancara ekslusif bersama Nawacita TV beberapa silam lalu. Dr Adib  menegaskan akan melakukan branding integrity, branding identity, dan branding image. Itu menjadi satu bagian utama untuk mengembalikan trust masyarakat, trust pemerintah, bahwa IDI siap menjadi mitra strategis pemerintah di dalam mendukung upaya-upaya bidang Kesehatan. Karena kita di dalam tujuan IDI dan tujuan negara mempunyai konsep yang sama yaitu untuk keksehatam masyarakat Indonesia dan untuk pelayanan mutu Kesehatan dan itu menjadi suatu upaya prioritas  yang harus kami lakukan. Yang kedua  ada problema Kesehatan.

Terkait lainnya, secara eksternal ada tiga hal yang saling terkait, yaitu system pembiayaan, pelayanan dan pendidika, kemudian didukung oleh moral dan etik profesi kedokteran.

Menyoal 3 sistem ini Dr Adib punya pendapat yang spektakuler, bahwa Pendidikan dibidang kedokteran dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia khususnya Fakuktas Kedokteran agar menghasilkan profesi dokter yang bermutu dan berkualitas dan mampu bersaing secara global. Sementara di bidang pelayanan, pemerintah telah mampu mencakup  Kesehatan masyarakat dengan pelayanan jaminan Kesehatan nasional dan BPJS yang mengcover  lebih dari 220 juta jiwa rakyat Indonesia daei 275 juta jiwa, bahkan di hamper seluruh darah di Indonesia telah menyatakan full healht recovered (menjangkau penuh pelayanan kesehatan masyarakat).

Juga mampu menghasilkan obat dan alat Kesehatan secara kemandirian. Kemudian pembiayan harus menghasilkan Optimalisasi pelayanan Kesehatan bukan minimalisasi pelayanan, secara berkeadilan.

Nampaknya, Dr Adib bukan hanya mampu memaparkan programnya. Melainkan telah dibuktikan saat, bertugas sebagai dokter, dan akan diwujudkan setelah dikukuhkan sebagai ketua Umum IDI di Muktamar ke -31 di Aceh.

Rasanya, apa yang dicanangkan Dr. Adib kemungkinan tepat masuk dijajaran kabinet di masa yang akan datang. Tentu hak prerogratif tetap berada di Presiden. Tetapi tidak ada salahnya, Ketua Umum IDI menjadi salah satu gudang utama perekrutan di kabinet bidang Kesehatan.

Seperti yang berlaku dalam bidang perekonomian, yang kabinet bidang tersebut kerap diisi oleh Ketua Umum KADIN.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar