Terkait BOT RS PGI Cikini, Pemohon Minta PN Jakarta Pusat Periksa Ketum PGI Gomar Gultom

0
408
Benarkah RS PGI Cikini Tinggal Kenangan?

Jakarta, NAWACITAPOST –  Melalui  No surat 01/RS- PGICIKINI/VII/2021, Tiga belas kuasa hukum dipimpin Dra Risma Situmorang SH.MH selaku Tim Kuasa Hukum dokter, tenaga kesehatan (Nakes) dan karyawan Rumah Sakit PGI Cikini bertindak untukdan atas nama 8 dokter, 2 nakes, dan 2 non nakes.

Lanjutnya, telah meminta kepada  Ketua Pengadilan Negeri (PN)  Jakarta Pusat, perihal permohonan penetapan untuk  pemeriksaan terhadap yayasan kesehatan PGI Cikini.

Maka PN Jakarta Pusat telah mendaftarkan No surat 01/RS- PGICIKINI/VII/2021 dan telah didaftarkan Perdata. Dengan Nomor 269/PDT.P/2021/PNJKTPST tertanda Panitera Muda Perdata Rina Rosanawati ST,SH,MH.

Artinya para pemohon  mengajukan permohonan penetapan untuk kepentingan pemeriksaan terhadap mulai dari Yayasan Kesehatan Rumah Sakit PGI Cikini selanjutnya disebut  sebagai Termohon 1

Pdt. Gomar Gultom M.Th  selaku Ketua Pembina Termohon 1 beralamat di Jalan Raden Saleh No40 Jakarta Pusat selanjutnya disebut sebagai Termohon 2

Dr. Agustin Terang Narang SH, selaku Anggota Pembina Termohon 1 yang beralamat di Jalan Raden Saleh No. 40 Jakarta Pusat, selanjutnya disebut sebagai Termohon 4.

Ada sekitar 15 Termohon. Dalam hal ini khusus Pdt. Gomar Gultom M.Th selaku Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (untuk selanjutnya disebut PGI) yang beralamat di jalan Salemba Raya No. 10 Jakarta Pusat, untuk selanjutnya disebut sebagai TURUT TERMOHON

Intinya Menurut Pemohon dr. Tunggul D Sitomorang Sp.PD.,KGH., Finasim, bahwa  Badan Hukum berubah, dari Yayasan yang mempunyai Visi dan Misinya adalah Pelayanan Kesehatan Yang Bersifat Kristiani Tidak Fokus kepada Profit Oriented menjadi PT (Korporasi) yang bersifat Money Oriented Ngeriiiiiiii.

Kekayaan Yayasan berupa Tanah seluas 5 HA di Cikini / Menteng Jakarta Pusat. Bangunan RS Zaman Belanda. Dan Kompetensi Dokter Dokter Kristen yg selama ini telah berdarah darah. Mengobati pasien Kristen dan Non KristenDi – BOT kan secara sepihak. Tanpa Ada Pembicaraan sedikitpun kpd Dokter dan Nakes yg merupakan para stakeholder utama Seharusnya ada Beauty Contest diundang 5 RS Terbaik. dr Tunggul Sitomaronag menyebut Mr Gomar Bermain Api.

Terkait hal ini, dr. Tunggul D Sitomotang memaparkan :

Pertama Ada penurunan kinerja RSPC (RS PGI Cikini) mulai sekitar sekitar th 2013/14, a.l. BOR turun, ada bangunan ICU dsb, krn tanah fondasi anjlok karena pembangunan apartmen tetangga. Pd bbrp kesempatan Yakes mengatakan hal2 negatif tentang keuangan (hutang, rugi dsb) yg dibantah oleh Karyawan/Staf yang tahu datanya.
Kedua  Terkait penurunan kinerja, respons pegelolaannya Yakes RSPC tidak memadai/tidak professional. Tentunya secara kewenangan maka Yakes RSPC yang seharusnya bertanggungjawab, krn sbg pemegang kebijakan, menentukan monev & solusinya.
Ketiga  Proses pembahasan & merumuskan Masalah/Penyakit/Diagnosisnya terkait penurunan kinerja RSPC berlangsung dgn keterbukaan yg terbatas, kurang melibatkan pemangku kepentingan utama/PKU (Direksi-Dr-Perawat-Staf-Karyawan)
Keempat Hal yg sama terjadi juga pembahasan & merumuskan Solusi/Terapi, tampak iklim ketertutupan.
Kelima  Dari butir 3 & 4 tsb diatas, maka Pdt Gilbert Lumoindong menampilkan dugaan adanya kemungkinan hidden agenda!!!. (ada bbrp info membenarkan adanya hidden agenda yg mengarah ke pribadi).
6. BOT yg disusun Tim PGI dpp Chris Kanter adalah baik & bagus.
7. Namun masalahnya BOT itu ibarat obat malaria misalnya tablet Kina, itu baik & bagus. Tetapi menurut PKU Penyakitnya : panas, tapi ini bukan panas malaria, melainkan ini panasnya Demam berdarah,
8. Saat ini pelaksanaan BOT dipaksakan, padahal disaat dokter, perawat dan karyawan sedang berjibaku menangani lonjakan genting pasien covid 19, PGI sibuk menandatangani BOT dan memaksakan pelaksanaan BOT a.l. perubahan manajemen baru ke PT PT. Famon Awal Bros Sedaya (PRIMAYA). Perubahan ini akan berpengaruh kpd kegiatan pelayanan pasien covid.
9. Saat ini terjadi “kegaduhan” pro & kontra PGI & BOTnya. Suatu hal yg negatif yg terjadi secara langsung akibat kiprah yg tdk arif dari PGI dan Yakes RSPC.

KETIKA nawacitapost.COM menghubungi Ketua Umum Persekutuan Gereja- Gereja di Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom melalui WhatsApp (WA) selasa (29 Juni 2021) sore, terkait merebaknya kabar penjualan RS PGI Cikini. Mantan Sekum PGI dua periode itu hanya menjawab lihat saja link PGI, sambil mengatakan ini yang benar (Transformasi RS.PGI CIKINI Menjadi Rumah Sakit Modern).

Alasannya. RS PGI Cikini merugi sejak tahun 2017 hingga 2019  secara akumulatif sebesar  77 Miliar Rupiah,  dan hutang RS PGI CIKINI per Desember 2020 sebanyak 52 Miliar Rupiah, sementara kewajiban dana pensiun sejumlah Rp. 58 M. sehingga totalnya 110 Miliar Rupiah.

Merebaknya kasus RS PGI Cikini. Membuat Gomar Gultom ‘harus’ menerima permintaan wawancara Pdt. Gilbert Lumoindong melalui Chanel Youtube Pdt. Gilbert Lumoindong awal Juli 2021.

Ketika Nawacitapost menghubungi Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom M.Th. Rabu (21/7/2021) sore. Terkait Penjualan RS PGI Cikini?  Gomar hanya menjawab melalui pesan WhatsApp “Wawancara salah seorang anggota TIM sajalah, ya? Jangan saya dulu. Sori, tidak bisa angkat telepon sedang Zoom.

Constantin Nino Ponggawa

Saat itu juga, Nawacitapost mendapat No Hp anggota TIM yang diberikan Ketum PGI. Yaitu Constantin Nino Ponggawa, Rabu (21/7/2021) sore langsung menghubungi.  Namun, sampai berita ini diturunkan tidak ada jawaban dari anggota TIM RS PGI Cikini, Constantin Nino Ponggawa.