Ketibaan Vaksin Astra Zeneca, Covax Facility

0
250

Jakarta, NAWACITAPOST – Kemarin bersama dengan Menteri Kesehatan Ethiopia dan Menteri Pembangunan Internasional Kanada, saya telah memimpin pertemuan ke-5 Covax AMC Engagement Group.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai tantangan yang dihadapi Covax dalam hal pasokan vaksin sehingga menyebabkan terjadinya keterlambatan pengiriman vaksin kepada peserta Covax, termasuk anggota Advance Market Commitment (AMC), di mana Indonesia termasuk di dalamnya.

Di tengah semua tantangan tersebut, Covax terus bekerja keras agar pasokan vaksin bagi semua negara, terutama negara berkembang dapat terus ditingkatkan.

Diperkirakan pasokan vaksin akan lebih baik mulai bulan September-Oktober dan seterusnya.

Kenaikan pasokan vaksin juga dimungkinkan dengan telah dilakukannya kerja sama antara GAVI dengan Sinovac dan Sinopharm yang telah mendapatkan EUL dari WHO.

Selain itu, dalam pertemuan Covax AMC Engagement Group yang saya pimpin kemarin, pihak Gavi juga menginformasikan bahwa telah terdapat komitmen dose-sharing sekitar 300 juta sampai akhir 2021. Tentunya mekanisme dose-sharing ini akan membantu distribusi vaksin ke negara dunia.

Pada hari ini kita kembali menyaksikan contoh konkret upaya Covax melakukan pengiriman vaksin kepada negara AMC.

Indonesia kembali menerima 3.476.400 dosis vaksin AstraZeneca, melalui jalur multilateral Covax Facility.

Ini merupakan pengiriman kedelapan vaksin dari jalur Covax atau jalur multilateral.

Hingga tanggal 13 Juli 2021 ini, Indonesia telah menerima vaksin jadi secara gratis dari jalur multilateral sebesar 14.704.860.

Kemarin tanggal 12 Juli 2021, Indonesia telah menerima vaksin Sinovac sejumlah 10,000,280 dosis dalam bentuk curah (bahan baku).

Siang ini pukul 12.05, Indonesia juga telah menerima vaksin Sinopharm sejumlah 1.408.000 dosis vaksin jadi.

Dengan kedatangan vaksin tersebut, maka Indonesia telah mengamankan dan menerima 137.611.540 dosis vaksin, baik dalam bentuk bahan baku maupun vaksin jadi.

Dalam beberapa hari kedepan, Indonesia juga akan menerima vaksin dose-sharing melalui jalur multilateral, Covax Facility yaitu vaksin Moderna, Amerika Serikat yang merupakan pengiriman kedua) dan dose-sharing jalur bilateral, yaitu dari Jepang, yang juga pengiriman kedua, dan Uni Emirates Arab juga pengiriman kedua.

Hingga hari ini, 13 Juli 2021, dunia telah memvaksinasi 3,5 miliar dosis vaksin atau mendekati 44% populasi dunia.Namun, akses vaksin dunia masih tidak merata.

Kawasan Amerika Utara dan Eropa misalnya, dosis yang telah disuntikkan telah mencapai sekitar 75% populasi, dimana kawasan Afrika baru 4,03% dan kawasan ASEAN 16,3% dari jumlah populasinya.

Dirjen WHO memperkirakan perlu adanya tambahan vaksin sekitar 350 juta dosis, untuk memvaksinasi setidaknya 10% populasi di setiap negara pada September 2021, dan memerlukan 11 miliar dosis untuk memvaksinasi 70% populasi dunia pada pertengahan tahun 2022.

Ini tentunya merupakan tantangan yang tidak kecil.

Namun, seperti dr Raisa tadi sampaikan, melalui kerja sama, melalui kolaborasi dan solidaritas tantangan ini akan dapat diatasi, dilalui bersama.

Pemerintah Indonesia akan terus bekerja keras untuk mengamankan kebutuhan vaksin untuk Indonesia dan terus mendorong pada tingkat dunia kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

Kesehatan dan keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Terus patuhi protokol kesehatan dan batasi mobilitas untuk sementara waktu. Tetap memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Dengan ikhtiar kita semua, dengan kerja keras, kedisiplinan, dan persatuan seluruh elemen bangsa, kita akan segera dapat keluar dari pandemi ini.

(Kornelius Wau)