Sumber foto: https://herminahospitals.com/

Jakarta, NAWACITAPOST – Singapura meragukan kemanjuran vaksin Sinovac yang diproduksi oleh perusahaan China.

Direktur layanan medis Singapura, Kenneth Mark, mengatakan ada bukti dari negara lain menunjukkan mereka yang disuntik vaksin Sinovac masih terinfeksi. “Ada risiko yang signifikan dari terobosan vaksin,” katanya.

Suntikan CoronaVac Sinovac bukan bagian program vaksinasi nasional Singapura. Singapura masih menunggu data penting dari perusahaan tersebut.

Padahal, Mei 2021 lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan rekomendasi penggunaan vaksin Sinovac-CoronaVac untuk inokulasi terhadap penyakit virus corona Covid-19.

Sekarang ini, Singapura baru menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Pfizer-BioNTech dan Moderna dalam program vaksinasi nasionalnya. Tapi, Singapura tetap mengizinkan 24 klinik kesehatan swasta di negaranya untuk menggunakan vaksin Sinovac karena sudah mengantongi izin WHO.

Kendati demikian, Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. Tjandra Yoga Aditama mengajak masyarakat untuk menerima vaksin buatan Sinovac walau Singapura tidak mengakuinya.

Tjandra Yoga Aditama menjelaskan bahwa vaksin buatan Sinovac aman digunakan karena beberapa hal.

“Vaksin buatan Sinovac sudah di-approve (disetujui, red.) oleh WHO (Badan Kesehatan Dunia) dan di-approve BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan),” kata Tjandra, Kamis (08/07).

Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, menyebutkan bahwa keputusan Singapura tidak memasukkan CoronaVac atau vaksin buatan Sinovac dalam daftar vaksinasinya merupakan langkah yang harus dihormati.

Pasalnya, setiap negara memiliki kebijakannya masing-masing untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

 

Baca juga :  Vaksinasi di Grahadi, Ketua DPRD Jatim : Bukti Tanggung Jawab Pemerintah Pada Rakyat