Satgas: Optimalkan Masa PPKM Untuk Tekan Laju Kasus

0
133

Jakarta, NAWACITAPOST- Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 mingguan terkini, masih terdapat sejumlah catatan dari Satgas Penanganan Covid-19. Dari data per 10 Januari 2021, terjadi kenaikan kasus positif 20,6% dibandingkan minggu sebelumnya kenaikan kasus sekitar 7,9%.

Baca Juga : Antisipasi Keterisian Tempat Tidur Dengan Mencegah Penularan

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito berharap adanya kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali yang baru diterapkan dapat menekan tingginya laju kenaikan kasus secara nasional.

“Adanya kebijakan PPKM yang baru saja diterapkan, diharapkan dapat menekan penambahan kasus seperti yang terjadi di minggu ini, agar tidak terjadi lagi di minggu berikutnya,” jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lebih lanjut dijelaskan, tingginya angka kenaikan kasus minggu ini dikontribusikan dari penambahan kasus harian yang angkanya cukup besar beberapa hari terakhir, berkisar antara 9 ribu hingga 10 ribu kasus. Ada 5 provinsi lima peringkat teratas yang berkontribusi yakni DKI Jakarta naik 3.562 (13.317 – > 16.879), Jawa Barat naik 2.196 (7.892 -> 10.088), Kalimantan Timur naik 696 (1.923 -> 2.619), Jawa Timur naik 639 (5.613 -> 6.252) dan Jawa Tengah naik 484 (6.719 -> 7.203).

Ia lalu menekankan pada perkembangan kasus di provinsi ibukota karena kenaikannya cukup banyak dibandingkan minggu lalu dengan kenaikannya sebanyak 502 kasus. “Ini artinya terjadi perkembangan kearah lebih buruk ditandai kasus mingguan yang naik 7 kali lipat,” imbuhnya. Dan jika melihat keseluruhan lima besar, sebagian besar provinsinya berada di Pulau Jawa, kecuali Kalimantan Timur.

Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat memantau perkembangan kasus dalam satu atau dua minggu kedepan. Masyarakat diminta mentaati kebijakan PPKM agar laju kenaikan kasus positif Covid-19 tidak menjadi tinggi.

Lalu, melihat tren kasus kematian mingguan, terjadi penurunan 1,7% dibandingkan minggu sebelumnya. Ada 5 provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi yaitu Lampung naik 44 (26 -> 70), DKI Jakarta naik 22 (137 -> 159), Jawa Barat naik 20 (21 -> 41), Kepulauan Bangka Belitung naik 12 (4 – > 16) dan Sulawesi Selatan naik 12 (29 -> 41). Untuk persentase kematian tertinggi berada di Jawa Timur (6,95%), Sumatera Selatan (4,94%), Lampung (4,87%), Nusa Tenggara Barat (4,29%) dan Jawa Tengah (4,08%).

Namun perhatian khusus kepada DKI Jakarta dan Lampung, karena dalam 2 minggu berturut-turut masuk peringkat lima teratas. Dan ini harusnya menjadi peringatan agar tidak menjadi lengah. Dan kualitas pelayanan kesehatan harus ditingkatkan agar pasien Covid-19 dapat segera sembuh dan menekan angka kematian.

Disamping itu, terdapat catatan yang baik dari Satgas Penanganan Covid-19 terhadap perkembangan kesembuhan. Karena perkembangannya dalam 5 pekan terakhir menunjukkan angka kesembuhan yang terus meningkat. Pekan ini saja terjadi kenaikan 9,5% dibandingkan minggu sebelumnya.

Terdapat 5 provinsi dengan kenaikan tertinggi. Yakni DKI Jakarta naik 2.172 (11.866 vs 14.038), Sulawesi Selatan naik 2.081 (2.328 vs 4.409), Jawa Tengah naik 659 (4.504 vs 5.163), Kalimantan Tengah naik 235 (13 vs 248) dan Banten naik 195 (256 vs 451). Untuk persentase kesembuhan tertinggi berada di Riau (92,29%), Papua Barat (91,52%), Gorontalo (90,88%), Kalimantan Barat (90,62%) dan Kepulauan Riau (89,84%).

Dengan peningkatan angka kesembuhan dalam lima minggu terakhir ini, bukan tidak mungkin angka kasus aktif dapat ditekan dengan meningkatkan kesembuhan. Dan persentase kematian pasien Covid-19 dapat terus menurun.

Untuk itu ia meminta treatment (perawatan) yang diberikan kepada pasien Covid-19 sudah sesuai standar. Sehingga pasien lekas sembuh. Dan pemerintah daerah segera koordinasikan dengan satags di pusat jika ada kendala.

“Ingat, satu pasien yang sembuh merupakan hal yang sangat berarti. Oleh karena itu, lakukan penanganan dengan semaksimal mungkin, sehingga banyak pasien yang sembuh dari Covid-19,” tutur Wiku.

(Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional)