Vito mengatakan pada Kamis (12 /11). Pada asapnya (rokok) ada sel-sel radang yang menyebabkan kemampuan pertahanan tubuh kita berkurang.
"Risiko penularan muncul saat seseorang harus melepas masker untuk merokok. Hal ini diperparah dengan kebiasaan merokok beramai-ramai tanpa memperhatikan keharusan menjaga jarak aman," ucapnya.
Baca Juga : Julfan Ndruru Diduga Dibunuh YG
Merokok bersama sambil mengobrol memungkinkan droplet keluar dari mulut. Ada potensi virus korona masuk dari tangan ke dalam tubuh saat memegang rokok. Di samping itu, merokok merusak paru-paru sebagai saluran pernapasan yang rentan diserang virus korona. Perokok yang terinfeksi covid-19 bakal lebih susah untuk sembuh.
Menurut dia, perokok memiliki tingkat kematian dan keparahan yang lebih tinggi dibanding pasien covid-19 yang bukan perokok. Kerentanan terhadap covid-19 juga melanda perokok pasif. Vito pun mengajak masyarakat aktif bergerak agar sirkulasi tubuh lancar sehingga membuat sel-sel kekebalan tubuh kian kuat.