Pria Sering Kerja Lembur, Berisiko 2 Kali Lipat Alami Kebotakan

2
119

Jakarta,NAWACITA-Pekerjaan yang menumpuk terkadang membuat karyawan terpaksa kerja lembur untuk menyelesaikan. Tapi ada pula karyawan yang sengaja menambah jam kerjanya agar mendapatkan uang tambahan. Apapun alasannya, lembur tidak baik untuk kesehatan.

Sebuah penelitian baru menemukan pria yang bekerja lebih dari 52 jam seminggu alias kerja  lembur dua kali lebih mungkin untuk alami masalah kebotakan. Hasil ini didapatkan setelah peneliti melakukan studi terhadap 13 ribu pria di Korea Selatan dengan rentang usia 20-59 tahun. Para pria yang menjadi peserta penelitian telah diikuti selama empat tahun.

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Sungkyunkwan kemudian mengelompokkan pria tersebut berdasarkan jumlah jam kerja dan faktor-faktor lain seperti status, pendapatan, serta kebiasaan merokok. Setelah dianalisis, ditemukan ada hubungan yang signifikan antara jam kerja berlebihan atau lembur dengan kebotakan.

Saat kerja lembur, para pekerja cenderung mengalami stres. Hal itu dapat menyebabkan perubahan hormonal di kulit kepala dan menghambat pertumbuhan folikel rambut. Hasil yang sama pernah diungkapkan oleh penelitian sebelumnya. Dalam penelitian itu dikatakan stres menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut.

Melihat hasil penelitian ini, para ahli mendesak para pemilik perusahaan untuk mempertimbangkan jam kerja yang lebih baik bagi karyawannya. Sebab jam kerja berlebih tak hanya menyebabkan rambut rontok. Tetapi juga serangkaian efek samping negatif lainnya terhadap kesehatan.

“Hasil penelitian ini menunjukkan jam kerja yang panjang secara signifikan terkait dengan peningkatan perkembangan alopecia (kebotakan) pada pekerja pria. Batasan jam kerja untuk mencegah perkembangan kebotakan ini mungkin lebih diperlukan bagi pekerja muda yaitu mereka yang berusia 20-an dan 30-an,” ujar penulis utama penelitian, Kyung-Hun Son seperti dikutip dari Mirror, Kamis (24/10/2019).(Sumber: Okezone)

 

Comments are closed.