Hebat ! 21 Bank Dukung Penuh Restrukturisasi Keuangan Waskita

0
615

Jakarta, NAWACITAPOST – PT Waskita Karya berhasil bernegosiasi dengan 21 bank dan mendapatkan dukungan penuh pada proses restrukturisasi utang Perseroan Induk dengan total fasilitas kredit sebesar Rp 29,2 triliun atau 100% dari total utang yang direstrukturisasi, Senin (20/09/2021). Bank-bank yang telah mendukung penuh proses restrukturisasi utang Perseroan Induk sebanyak 21 Bank.

Daftar bank tersebut antara lain, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank BTPN, Bank Syariah Indonesia, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Bank DKI, Bank Panin, Bank Permata, Bank KEB Hana, Bank Shinhan, Bank CTBC Indonesia, Maybank, BNP Paribas, Bank SBI Indonesia, Bank Resona Perdania, Bank UOB, Bank of China, Bank QNB, Bank OCBC NISP, dan Bank CCB Indonesia.

Kesepakatan ini melengkapi proses penandatanganan perjanjian restrukturisasi Perseroan
Induk yang telah dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2021. Pada kesempatan tersebut,
Perseroan Induk telah mendapatkan dukungan dan kesepakatan melalui proses penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA) dari 7 perbankan.

Baca Juga : Gandeng BPBD dan Damkar, Kota Gunungsitoli Gelar Pelatihan Penanggulangan Bencana

Selanjutnya pada tanggal 15 September 2021 Perseroan kembali mendapatkan dukungan dari 14 bank melalui penandatanganan perjanjian aksesi restrukturisasi Perseroan Induk.
Saat ini 21 bank-bank tersebut mendukung penuh proses restrukturisasi utang Perseroan
Induk dengan memberikan perpanjangan masa kredit hingga 5 tahun kedepan dan tingkat
suku bunga yang lebih kompetitif.

Baca Juga : Kakanwil Kemenkumham Sulsel Tinjau Vaksinasi di Lapas Narkotika Sungguminasa

Direktur Utama Perseroan, Destiawan Soewardjono mengatakan proses restrukturisasi ini
merupakan bagian dari transformasi bisnis Perseroan yang tertuang dalam 8 Stream
Penyehatan Keuangan Waskita. Transformasi ini merupakan komitmen Perseroan untuk
menjamin going concern Perseroan dan mengelola pondasi keuangan yang kuat serta
impelementasi prinsip tata kelola yang baik pada seluruh elemen Perseroan.

“Perseroan sangat mengapresiasi penuh dukungan dari para perbankan yang telah
memahami bahwa proses restrukturisasi ini akan memberikan dampak positif terhadap
kinerja Perseroan dan kedepanya juga akan meningkatkan kepercayaan dan optimisme
seluruh pihak kepada Perseroan,” kata Destiawan.

Perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja positif dengan rata-rata pertumbuhan CAGR
hingga 25% pada 3 hingga 5 tahun kedepan. Dampak positif dari implementasian 8 Stream
Penyehatan Keuangan Waskita juga mulai tercermin pada kinerja semester pertama tahun
ini dengan mencatatakan laba bersih usaha sebesar Rp33,4 miliar atau meningkat sebesar
102.5% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Program 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita terdiri dari proses restrukturisasi
Perseroan Induk dan anak usaha, Penjaminan Pemerintah, Penyertaan Modal Negara (PMN)
dan rights issue, divestasi aset jalan tol, penyelesaian konstruksi, transformasi bisnis, serta
implementasi GCG dan manajemen risiko.

Perseroan juga memperoleh dukungan penuh dari Pemerintah untuk dapat melakukan percepatan pelaksanaan strategi-strategi penyehatan keuangan Waskita. Dengan implementasi 8 Stream Penyehatan Keuangan Waskita, Perseroan dapat terus berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Nasional, terutama dalam pengembangan infrastruktur di Indonesia.

(Emrick)