Baca Juga : Bendungan Tukul Diresmikan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah : Bendungan Tukul Pacitan Bagian Sejahterakan Masyarakat Pacitan
DAN negara yang paling siap dan intens untuk investasi di Indonesia, 5 tahun terakhir ini adalah Cina. Nilainya dari 0,63 Miliar dolar AS menjadi 3,61 Miliar dolar AS. Boleh dikatakan Cina menempati urutan ketia berinvestasi di Indinesia. Salah satu syarat penyertaan investasi melibatkan tenaga kerjanya.
Sebub saja proyek yang mulai, sedang dan sudah jadi dikerjakan. MRT trayek Lebak Bulus - Bundaran HI (dilanjutkan sampai Kota Tua), bendungan, irigasi, jalan tol, terowongan dan proyek strategis lainnya. Proyek yang dikejarkan itu berkaitan dengan teknologi yang dipunyai Cina dan nantinya ditransfer penguasaan teknologinya.
Jumlah tenaga kerja Cina yang dipekerjakan pada proyek strategis Indonesia (syarat penyertaan) jumlahnya hanya 100.000 orang. Mereka itu ahli dalam bidangnya dan punya ethos kerja. Tidak benar TKA Cina yang datang ke Indonesia jumlahnya 17 Juta dan siap menjadi WNI.
Setelah selesai bertugas, TKA Cina akan kembali negaranya. Perlu dipertegas bahwa TKA Cina itu tidak bekerja pada 9 naga (Sofyan Wanandi, Tahir, Tommy Winata, Edward Soeryadjaya, James Riyadi, Robert Budi Hartono, Anthony Salim, Rusdi Kirana dan Jacob Soetoyo).
Pernyataan tegas lainnya, mereka bisa mengerjakan 1 hari pekerjaan dibandingkan dengan tenaga kerja Indonesia yang menyelesaikannya 4 hari selesainya.
Isu tanpa data yang jelas, memang sengaja dimainkan oleh anti Jokowi, dengan tujuan menjatuhkan Jokowi. Supaya mereka yang anti itu bisa mencari usaha dengan berbagai cara. Caranya menghalalkan segala cara.