Usai Disabotase, Layanan Telepon dan SMS di Papua Berangsur Pulih

0
125
Nawacita - Usai Disabotase, Layanan Telepon dan SMS di Papua Berangsur Pulih

Jakarta, NAWACITA – Layanan telepon dan SMS Telkomsel di sejumlah titik di Papua berangsur pulih. Operator seluler dengan logo warna merah ini mengaku sedang terus berupaya melakukan percepatan pemulihan layanan telepon dan SMS secara optimal.

“Saat ini layanan telepon dan SMS Telkomsel di sejumlah titik di Papua sudah berangsur pulih. Telkomsel terus berupaya melakukan percepatan pemulihan layanan telepon dan SMS secara optimal,” ujar VP Corporate Communications Telkomsel Denny Abidin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (30/8/2019).

Sebelumnya disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, matinya seluruh layanan telekomunikasi di Papua terjadi akibat adanya pihak yang memotong kabel utama jaringan optik Telkomsel.

Dalam melakukan perbaikan di ruang terbuka umum, Telkomsel bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, Pemerintah, TNI, serta aparat penegak hukum demi proses percepatan pemulihan jaringan telekomunikasi. Serta memastikan perlindungan karyawan Telkomsel beserta keluarganya berjalan lancar.

“Keamanan dan keselamatan karyawan beserta keluarganya merupakan hal terpenting bagi Telkomsel,” tutur Denny

Telkomsel, kata Denny, juga fokus menjalankan kegiatan pengamanan dan penjagaan aset Telkomsel sekaligus Telkom Group. Untuk saat ini, kantor layanan Telkomsel (GraPARI) di kota Jayapura belum dapat beroperasi hingga waktu yang belum dapat ditentukan. Namun pelanggan tetap dapat memanfaatkan layanan call center di nomor 188.

Mengacu pada SIARAN PERS NO. 159/HM/KOMINFO/08/2019 pada tanggal 23 Agustus 2019, mengenai pemblokiran sementara layanan Data Telekomunikasi di propinsi Papua dan Papua Barat, masih berlanjut hingga suasana Tanah Papua kembali kondusif dan normal.

Untuk itu, Telkomsel sebagai operator penyedia layanan telkomunikasi mengikuti perintah yang telah ditetapkan pemerintah tersebut. Telkomsel terus melakukan pemantauan kualitas layanan secara berkala hingga nanti diputuskan oleh pemerintah untuk pemulihan akses layanan data. “Telkomsel berharap agar situasi di tanah Papua dapat kembali normal, demi kepentingan masyarakat luas,” pungkasnya.