Produk Unggulan WBP Lapas Gunung Sitoli Siap Dipasarkan

0
826

Jakarta, NAWACITAPOST – Bekerja sama dengan CV.Wery Group dibawah pimpinan Yuslian Harefa, Lapas Gunung Sitoli telah mengadakan pelatihan dan produksi bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan yang diselenggarakan di lapas Gunung Sitoli ini diawali dengan penanda tangan perjanjian kerjasama pelatihan bagi warga binaan, yang salah satu bunyi klausulnya adalah pihak lapas menyediakan tempat, sarana dan peserta pelatihan dari warga binaan yang selanjutnya pihak kedua memberikan pelatihan, menjadi instruktur dan materi bahan latihannya.

Pembina dilapas mengungkapkan rasa senang dan syukurnya karena dapat bekerja sama  dengan CV. Wery Group dengan baik.

“Kami selaku pembina di lapas ini sangat senang dan bersyukur bermitra dengan CV. Wery Group, sejauh ini kerjasama kita berjqlan dengan baik, sudah banyak karya kita yang bisa dinikmati para pecinta batik,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Gunung Sitoli, Soetopo Berutu

Perlu diketahui, Nukha nibira batik yang dihasilkan oleh WBP Lapas Gunung Sitoli memiliki ciri khas tersendiri. Motif didominasi dengan ornamen, alam, dan budaya khas Nias.

“memiliki khas tersendiri dibandingkan batik asal daerah lain karena batik nias yang kita hasilkan ini penuh dengan ornamen khas nias, motif budaya Nias, alam dan gambar beberpa andemik kepeluan nias yg sdh mulai langka seperti Burung beo, biaya, cicak, gambar prajurit lengkap dan toho dan balusenya dan lompat batu” jelas Soetopo

Kemudian Ia mengucapkan rasa bangganya terhadap budaya Nias yang dapat dilestarikan melalui kain batik yang dihasilkan.

“Kami bangga turut mewariskan budaya nias ini, kenapa? karena kegiatan membatik ini satu satu pelatihan dan produksi sekepulauan 5 kabupaten/kota nias,” ucapnya

“Kami berharap peran serta masyarakat untuk tirut serta membesarkann batik nukhanibira ini, demikian juga pemerintah daerah kami ingin sekali berkolaborasi karena jujur produksi batik ini cukup besar biaya tetapi nilai estetika yg dihasilkqn cukup menarik dan memiliki nilqi jual tinggi” tambahnya

Terakhir Soetopo menyatakan bahwa pelatihan yang dijalani saat ini sangat baik agar WBP menjadi manusia produktif dan bermanfaat nantinya.

“Bagi warga binaan kami, pelatihqn ini sangat menjanjikan masa depan karena mereka sekembalinya menjalani pidana bisa menjadikan kegiatan ini menjadi profesi kemudian hari” tandasnya.

(Kornelius Wau)