Kamis, 4 Juni 2026

Pecinta Kopi Perlu Coba! 4 Tempat Ngopi Tertua Yang Ada di Indonesia 

Photo Author
Tantitamara, Nawacita Post
- Senin, 15 Agustus 2022 | 16:06 WIB
Tempat Ngopi Tertua Yang Ada di Indonesia (Dok. Brilio.net)
Tempat Ngopi Tertua Yang Ada di Indonesia (Dok. Brilio.net)

Jakarta, NAWACITAPOST.COM Kopi adalah salah satu minuman yang tidak asing lagi bagi setiap orang dari tua hingga muda kini menjadikan kopi sebagai salah satu minuman favorite. Adanya hal tersebut tentu membuat tempat ngopi kini kian menjamur dan sangat mudah untuk ditemukan.

Baca Juga : Kamu Suka Ngopi? 5 Tempat Ngopi di Sarinah Yang Bisa Kamu Coba

Minuman yang mengandung kafein ini dari tahun ke tahun perkembangannya semakin banyak mengalami peningkatan. Di samping perjalanan teknologi yang terus berkembang pemanfaatannya, jumlah kedai kopi di kota-kota besar pun semakin menjamur.

Namun kalian juga wajib tahu ternyata kedai kopi juga sudah ada dan diminati banyak orang sejak zaman dulu. Nah, mengutip dari beberapa sumber berikut ini adalah empat kedai kopi tertua di Indonesia yaitu:

  1. Warung Tinggi Tek Sun Ho, Jakarta


-
Kedai kopi paling tua di Indonesia telah berdiri sejak tahun 1878 dan telah dikelola oleh lima generasi. Didirikan oleh Liaw Tek Soen di Hayam Wuruk, Warung Tinggi Tek Sun Ho bahkan sudah mulai mengekspor bubuk kopi ke Belanda sejak tahun 1930. Menu kopi yang terkenal adalah Kopi Jantan dan Kopi Betina.

Namun, seiring berkembangnya zaman, kedai kopi ini mengalami beberapa perubahan diantaranya dari kepengurusan dan nama dagang. Salah satu anggota keluarga yang mendapatkan merek dagang kembali meneruskan usaha dengan sedikit mengubah nama gerai menjadi Warung Koffie Tinggi. Sedangkan pewaris lain membuka outlet baru dengan nama berbeda, yakni Bakoel Koffie.

Kamu dapat menemukan Warung Koffie Tinggi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Grand Indonesia. Sedangkan, Bakoel Koffie dapat ditemui di wilayah Cikini dan Bintaro.

2. Warung Kopi Ake, Belitung

-
Tradisi minum kopi di daerah Belitung sudah terjadi lebih dari 100 tahun. Di antara kedai kopi legendaris yang ada, Warung Kopi Ake adalah yang tertua di Belitung. Warung kopi ini berdiri pada tahun 1921, berada di Jalan KV Senang 57, Tanjung Pandan, Belitung.

Warung Kopi Ake pun tetap mempertahankan resep turun temurunnya dan yang paling unik adalah peralatan zaman dulu yang digunakan kakek buyutnya, ada gentong air, alat penyulingan air, ketel dan dua teko air. Pada awalnya, Warung Kopi Ake menjual kopinya menggunakan gerobak. Sekarang Warung Kopi Ake sudah dikelola oleh generasi ke-4. Menu andalannya adalah kopi susu dan teh susu

3. Warung Kopi Purnama, Bandung

-
Kedai Warung Kopi Purnama berada di ruas Jalan Alkateri, Bandung. Kedai ini berdiri sejak 1930 oleh Yong A Thong yang merupakan perantauan dari Medan. Awalnya bernama Chang Chong Se yang artinya ‘Silakan Mencoba’, namun berganti nama menjadi Warung Kopi Purnama karena kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penggunaan nama Indonesia pada tahun 1966.

Walaupun Coffee Shop sedang marak di Bandung, tapi warung kopi legendaris ini selalu dicari. Hingga hari ini Warung Kopi Purnama mempertahankan resep yang sama sejak zaman 1930. Tentunya tempat kopi satu ini punya keistimewaan tersendiri yaitu masih menggunakan resep yang sama sejak kedai didirikan, pemiliknya selalu menggunakan biji kopi dari Medan sebagai dasar racikan. Secangkir kopi susu hangat dengan roti bakar selai srikaya, menjadi menu istimewa setiap berkunjung ke tempat ngopi legendaris di Kota Kembang ini.

4. Kedai Kopi Es Tak Kie, Jakarta

-
Terakhir, salah satu kedai kopi tua yang paling populer di Jakarta yaitu Kopi Es Tak Kie. Berdiri sejak 1927, kedai kopi ini terletak di tengah keramaian kawasan Glodok, Jakarta Barat. Rintisan usaha perantau bernama Liong Kwie Thong ini telah bertahan selama generasi ke generasi dengan menu sederhana.

Dengan sajian kopi hitam dan kopi susu, kedai Kopi Es Tak Kie masih bisa bertahan di tengah maraknya coffee shop modern. Aroma dan cita rasa dari perpaduan kopi Robusta maupun Arabika asal Lampung, membuat kopi ini mudah dikenang.

Editor: Tantitamara

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini