www.nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COMJogging adalah aktivitas lari santai yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh jika rutin dijalani. Meski terlihat sederhana, olahraga jogging perlu dilakukan dengan benar untuk mengurangi risiko cedera. Jogging merupakan salah satu cara yang baik untuk membentuk massa otot, membakar kalori, mengurangi jaringan lemak tubuh, dan menjaga kesehatan jantung. Olahraga ini bahkan disebut lebih efektif membakar lemak perut dibanding angkat beban.

Selain itu, jogging juga bisa dilakukan dimana saja dan tentunya tidak membutuhkan biaya yang besar untuk melakukan olahraga ini. Namun dibalik olahraga yang sederhana ini ternyata memberikan beberapa manfaat baik untuk kesehatan. Mengutip dari alodokter.com inilah beberapa manfaat dari jogging yaitu:

  • Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas
  • Meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh
  • Mengurangi kolesterol serta menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap stabil
  • Mencegah diabetes, stroke, dan penyakit jantung
  • Memperbaiki suasana hati, meredakan stres, dan mengurangi risiko depresi
  • Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi
  • Membuat tidur lebih nyenyak.

Sementara itu, untuk dapat memperoleh manfaat jogging secara maksimal tentunya bisa dilakukan dengan beberapa cara ini yaitu:

  1. Lakukan pemanasan sebelum jogging

Pemanasan sebelum jogging sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko cedera, keseleo, dan kram otot. Sebelum melakukan jogging, coba lakukan pemanasan selama 5-10 menit. Salah satu contoh pemanasan sebelum jogging yang bisa dilakukan yaitu berdiri dengan satu kaki, sambil mengayunkan kaki yang satunya ke depan dan ke belakang selama beberapa menit, lalu ganti dengan kaki yang lain. Setelah itu, gerakkan kaki memutar, sebagai peregangan untuk pergelangan kaki.

  1. Teknik jogging

Jika pemula, disarankan untuk melakukan jogging dengan cara mengombinasikan berlari dan berjalan. Metode ini bertujuan agar tubuh dapat menyesuaikan diri, tidak cepat kehabisan energi, dan mencegah cedera otot dan sendi. Awali dengan berjalan kaki selama beberapa menit, kemudian mulailah berlari santai dengan jarak dan durasi yang pendek. Misalnya, rasio durasi yang digunakan adalah 1:7, yaitu 1 menit berlari dan 7 menit berjalan kaki.

  1. Postur tubuh dan teknik bernapas saat jogging
Baca juga :  Kenaikan BPJS Kesehatan Dinilai Tidak Akan Selesaikan Permasalahan

Condongkan tubuh sedikit ke depan dengan tangan mengepal. Posisi kepala harus selalu tegak saat berlari, tidak menunduk atau mendongak. Selama jogging, gunakan teknik pernapasan dengan cara menarik napas melalui hidung dan mulut, kemudian hembuskan melalui mulut. Hal ini berguna untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh saat jogging dan mengurangi risiko terjadinya kram pada otot perut.

  1. Pendinginan

Seperti halnya pemanasan, gerakan pendinginan juga perlu dilakukan setelah jogging. Caranya adalah dengan berjalan santai selama 5-10 menit, lalu lakukan peregangan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan, dan leher. Setelah pendinginan, tubuh Anda akan merasa lebih nyaman, detak jantung dan pernapasan Anda juga akan kembali normal. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat jogging, minumlah air putih secukupnya setelah melakukan pendinginan.

  1. Frekuensi dan durasi waktu ideal jogging

Jogging tidak harus dilakukan setiap hari. Penting juga untuk mengistirahatkan tubuh di sela jadwal jogging. Frekuensi jogging yang disarankan adalah 2-3 kali per minggu dengan total durasi jogging kurang lebih 1-2,5 jam per minggunya.