www.nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COMGanja adalah tanaman dengan nama ilmiah Cannabis Sativa ini menghasilkan bunga yang dapat diubah menjadi ganja atau juga dikenal mariyuana. Mengonsumsi ganja dapat menyebabkan perasaan santai dan puas lantaran kandungan bahan psikoaktif yakni THC atau tetrahydrocannabinol.

Legalisasi ganja masih menjadi perdebatan sejumlah negara di berbagai belahan dunia. Ada yang melarang konsumsi dan peredaran ganja seperti Indonesia, tapi ada pula negara yang legalkan ganja. Setiap negara mempunyai berbagai aturan yang berbeda untuk setiap warganya dapat mengonsumsi ganja untuk masyarakat umum. Mengutip dari CNNIndonesia, berikut ini adalah beberapa negara yang legalkan ganja di negaranya yaitu:

  1. Kanada

Kanada merupakan negara yang legalkan ganja untuk tujuan rekreasi dan pengobatan. Secara hukum, warga berusia di atas 18 tahun diperbolehkan memiliki hingga 30 gram ganja dalam bentuk kering maupun tidak kering di depan publik. Orang-orang di negara ini juga diperbolehkan menanam hingga empat tanaman ganja di rumah dari bibit legal. Akan tetapi, warga di Kanada hanya dapat membeli ganja dari pengecer berlisensi tingkat provinsi dan produsen berlisensi setingkat federal.

  1. Uruguay

Negara di Amerika Selatan ini termasuk salah satu negara pertama di dunia yang melegalkan penggunaan ganja untuk tujuan rekreasi. Status legal tercatat sejak tahun 2013. Namun warga di atas usia 18 tahun di negara ini yang ingin membeli, menjual, menanam ataupun beraktivitas lainnya terkait ganja harus terlebih dulu mendaftarkan diri ke pemerintah. Meski legal, hanya apotek yang diizinkan untuk menjual ganja dan tetap melakukan pembatasan pembelian.

  1. Belanda

Membawa ganja di Belanda merupakan tindakan ilegal, tapi Anda dapat menikmatinya ketika di kedai kopi. Beberapa kedai kopi menjual ganja. Meski menjual ganja adalah ilegal tetapi perbuatan tersebut tidak dapat dihukum, sehingga pejabat masih menoleransi selama toko yang menjual ganja tersebut mengikuti aturan tertentu. Di antaranya tidak mengiklankan, menjelaskan efek dan gangguan akibat konsumsi ganja, dan hanya warga negara yang sudah memiliki izin yang boleh membeli ganja. Selain Belanda dan Uruguay, ada beberapa negara lain yang juga legalkan penggunaan ganja.

  1. Jamaika
Baca juga :  Penerbangan Dibatalkan, Uni Emirat Arab (UEA) Tak Izinkan Israel Melintas

Jamaika telah lama identik dengan bukan hanya musik reggae melainkan juga ganja. Tapi rupanya, dekriminalisasi kepemilikan ganja dalam jumlah kecil baru terjadi pada 2015. Legalisasi ganja di Jamaika ini termasuk menjadi perdebatan yang panjang. Sekitar tujuh tahun silam itulah, regulasi yang baru lantas mengatur kepemilikan ganja dalam jumlah terbatas. Individu diizinkan untuk menanam hingga lima tanaman ganja. Sementara konsumsi atau penggunaan ganja yang legal adalah jika dilakukan di apotek berlinsensi atau tempat tinggal pribadi.

  1. Afrika Selatan

Konsumsi, kepemilikan, dan budidaya ganja di Afrika Selatan secara hukum telah didekriminalisasi pada 2018 lalu. Tapi penggunaan ganja di luar tempat tinggal pribadi untuk keperluan penjualan dan konsumsi ganja, masih dilarang oleh hukum atau ilegal. Pada Agustus tahun lalu, menurut laporan India Times, Pemerintah Afrika Selatan meluncurkan master plan atau rencana utama untuk pemanfaatan industri ganja. Gagasan ini disebut-sebut berpotensi mendatangkan lapangan pekerjaan dan membantu menarik investasi asing.

  1. Spanyol

Pada 2017 konsumsi ganja di Spanyol adalah tindakan legal. Orang-orang di sana diperbolehkan mengonsumsi ganja tanpa denda maupun sanksi hukum dalam bentuk apapun. Asalkan, penggunaan dilakukan di rumah atau ruangan pribadi ataupun properti pribadi. Meskipun begitu, konsumsi ganja di ruang publik di negara ini secara teknis masih merupakan tindakan ilegal.

  1. Thailand

Thailand sudah melegalkan penggunaan ganja di negaranya. Terbaru, Thailand menjadi negara Asia pertama yang meresmikan penggunaan ganja untuk keperluan medis dan bisnis pada 9 Juni lalu. Meski begitu, pemerintah melarang penggunaan tanaman ini untuk kepentingan rekreasi. Bagi warga yang melanggar akan dikenai hukuman penjara dan denda, terutama kalangan remaja yang dianggap berisiko memakai ganja secara sembarangan.

Baca juga :  Carla Bellucci Siapkan Operasi Plastik Untuk Sang Anak