Jakarta, Nawacitapost.com - Pernikahan adalah upacara pengikat janji nikah yang di laksanakan oleh pria dan wanita dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.
Namun kini, pernikahan tunggal atau menikahi diri sendiri sangat populer di Jepang. Mereka yang menolak pernikahan dan kehidupan keluarga bisa tetap menggunakan gaun pengantin dengan menikahi diri mereka sebagai gantinya.
Melansir dari Indozone.id , Sebuah agen perjalanan di Kyoto, Cerca Travel, pada tahun 2015 mulai mempromosikan pernikahan tunggal untuk wanita lajang. Dan kini pernikahan tunggal di Jepang semakin populer.
Sementara itu, pernikahan dan angka kelahiran di Jepang menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2040 , orang lajang akan menjadi hampir setengah dari populasi Jepang, dengan rumah tangga satu orang mencapai 39% dan keluarga inti hanya mewakili 23% dari seluruh rumah tangga.
Melansir Tokyo esque, pada tahun 2019, hanya ada lebih dari 500.000 pasangan yang menikah dan tingkat pernikahan turun menjadi 4,8%.
Ada banyak alasan mengapa orang-orang di Jepang memilih menjadi lajang. Kesulitan keuangan dan sedikitnya kesempatan untuk bertemu lawan jenis disebut-sebut sebagai alasan umum kurangnya minat untuk menikah.
Semakin banyak wanita Jepang yang menunda atau tidak menikah sama sekali, dengan persentase wanita yang bekerja di Jepang lebih tinggi dari sebelumnya.
Oleh karena itu, wanita yang memiliki pekerjaan lebih sulit untuk menemukan pria, namun mereka juga tidak lagi membutuhkan suami untuk menjamin keamanan ekonomi mereka.
Pria juga khawatir mereka tidak akan mampu menghidupi rumah tangga secara finansial, sehingga memilih untuk tidak menikah.