Achmad Toha, Calon pemudik yang gagal. ||

Jakarta,Nawacitapost.com – Siapa yang sangka bahwa ramadhan tahun ini berbeda dari sebelumnya. Semuanya berubah sejak indonesia mengalami pandemi covid-19 diawal bulan maret 2020 ini. Biasanya bulan ramadhan adalah bulan yang diberkahi dalam Islam,yang dimana seluruh umat islam menjalankan kewajiban puasa selama satu bulan penuh. Umat muslim begitu bersukacita menyambut ramadhan,bahkan menjelang ramadhan biasanya pasar dan pusat perbelanjaan mulai dipenuhi oleh mereka yang hendak berbelanja makanan atau pun kebutuhan lainnya. Tapi selama pandemi covid-19 ini semuanya berbeda, bahkan dengan adanya himbauan dari pemerintah “Dirumah saja”, “Dilarang Mudik”,dan pemberlakuan aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terasa sepi.

Mudik sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat indonesia yang tak bisa dipisahkan. Karna momen ini lah yang banyak ditunggu-tunggu oleh masyarakat untuk bisa melepas rindu dan silaturahmi menjadi plihan banyak orang yang merantau mencari kerja di kota.

Baca Juga : Update Peta Penyebaran Covid-19 di 10 Kecamatan, Kabupaten Nias

Mewabahnya covid-19 di indonesia membuat pemerintah membuat anjuran larangan mudik guna meminimalisir penyebaran covid-19. Hal tersebut juga dialami oleh Achmad Toha, Ia membatalkan niatnya untuk mudik.

“Selain dari larangan pemerintah, saya juga ada larangan dari orangtua terutama dari ibu. Karena, saya dari Jakarta yang berada di zona merah. Saya pulang kampung mau silaturahmi, tapi tanpa disadari kalau bawa virus kan jadi malapetaka,” katahya, dalam bincang du Gedung BNPB, Jakarta Timur, Jumat, (8/5).dikutip dari Akurat.Co

Baca Juga : Menko PMK : Saat Ini Krisis Ekonomi Di Indonesia Lebih Parah Dibandingkan Tahun 1997,1998

Ada rasa Sedih dan Sepi yang melanda masyarakat yang tidak mudik, seperti Achmad Toha. Namun demikian dalam situasi covid-19 ini ada banyak yang bisa dilakukan  untuk bisa melepas rindu dengan keluarga.

Baca juga :  Hadapi New Normal, Penumpang KRL dilarang Bicara dan Balita dilarang Naik

Achmad Toha dapat melepas rindunya dengan menggunakan teknologi canggih, yang dimana Ia bisa bertemu dengan keluarganya lewat Video Call.

selanjutnya saat ditanyakan oleh awak media bagaimana perasaan ketika hanya bisa bertemu lewat video call, Ia pun langsung menjelaskan “Perasaan pasti sedih karena setiap tahun pasti pulang kampung, nggak pernah lebaran di Jakarta. Tapi, mau gimana lagi tahun ini harus lebaran di Jakarta,” Dalam kesempatan yang sama, sang ibu yang bernama Misriyati asal Kebumen berkesempatan dihubungi secara langsung. Ungkapan perasaan kangen pun tak terbendung.

Baca Juga : PDIP : Anies Baswedan Tidak Punya kemauan untuk membantu Warga Jakarta

“Kangen banget, sedih sudah satu tahun nggak ketemu, tapi mau gimana lagi. Takutnya nanti di jalan ada apa-apa, jadi saya putuskan untuk (Achmad Toha) nggak pulang kampung dulu,” katanya. dikutip dari Akurat.Co

Sang ibu pun tak menyia-nyiakan waktu untuk bisa komunikasi dengan sang anak walau harus berjuang untuk mendapatkan signal yang bagus,harus  ditengah sawah.

Achmad Toha juga menghimbau untuk teman-teman atau masyarakat yang tidak mudik, ini jangan dijadiin kendala, mari kita gunakan media sosial dan alat komunikasi untuk bisa bersilahturami dari pada jumpa fisik. Jangan kita membawa virus kepada keluarga. pungkasnya