Usir Lemak Penyebab Penyakit Jantung dengan Latihan Kekuatan

1
227

Jakarta, NAWACITA – Riset dalam JAMA Cardiology menunjukkan, latihan kekuatan merupakan salah satu cara terbaik untuk mengusir lemak di area perut yang meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Selain mengurangi lingkar pinggang dan lemak di area perut, lemak yang ada di sekitar jantung juga dibasmi.

Manusia memiliki dua jenis jaringan lemak utama di jantung. Jaringan lemak epikardial mengelilingi otot jantung dan arteri koroner. Jaringan lemak perikardium berada di luar jaringan epikardium di jantung. Meskipun dirangkai bersama, setiap jenis jaringan memiliki sifat yang berbeda. Misalnya, jenis epikardial membagi suplai darah dengan jantung. Perikardial mendapatkan penambah darahnya dari pembuluh darah lain.

Karena kontak langsung dengan jantung dan suplai darah bersama, jaringan lemak epikardial secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Tidak banyak yang diketahui tentang risiko yang terkait dengan lemak perikardial, karena tidak memiliki kontak langsung dengan jantung. Tapi, para ahli percaya itu dapat mempengaruhi fungsi jantung secara tak langsung dalam cara yang lebih tidak langsung, namun kemungkunkinannya masih signifikan.

Para peneliti di Denmark mengadakan uji klinis acak yang melibatkan 50 orang dengan penumpukan lemak di perut. Riset dilakukan untuk mengetahui apakah latihan daya tahan dan resistensi dapat memengaruhi jaringan lemak epikardial dan perikardial.

Dalam riset ini, peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama melakukan latihan interval intensitas tinggi (HIIT) tiga kali seminggu. Kelompok kedua melakukan latihan resistensi atau kekuatan tiga kali seminggu. Kelompok ketiga adalah mereka yang sama sekali tidak melakukan olahraga. Riset ini dilakukan selama periode 12 minggu.

Hasilnya, kelompok pertama dan kedua yang sama-sama melakukan olahraga memiliki tingkat asupan oksigen maksimal yang lebih baik. Namun, hanya mereka yang melakukan latihan resistensi dapat meningkatkan kekuatan mereka.

Mereka yang melakukan latihan dan resistensi juga secara signifikan mengalami pengurangan jaringan lemak epikardium masing-masing sebesar 32 persen dan 24 persen. Sayangnya, latihan endurance tidak memiliki efek apapun pada jaringan lemak perikardium. Namun, mereka yang melakukan latihan resistensi mengalami pengurangan lemak perikardium sebesar 32 persen.

“Sayangnya, masih terlalu dini untuk mengubah penelitian menjadi pedoman klinis tertentu,” ucap Regitse Hojgaard Christensen, selaku pemimpin riset.

Tetapi, ia menambahkan, penelitian ini menarik karena memberikan bukti baru jenis latihan yang berbeda dapat mempengaruhi jaringan lemak jantung dengan cara yang berbeda, terutama tanpa perubahan diet yang dilakukan pada saat yang sama.

“Pengurangan kedua jenis lemak jantung terlihat dengan latihan resistensi tetapi tidak dengan latihan ketahanan,” kata Christensen.

Menurut Christensen, hal ini disebabkan karena latihan resistensi merangsang lebih banyak massa otot dan meningkatkan metabolisme basal, atau jumlah kalori yang dibutuhkan untuk menjaga tubuh berfungsi saat istirahat. Semakin besar massa otot berarti lebih banyak pembakaran kalori untuk waktu yang lama setelah berolahraga.

Mungkin ini bisa bertindak semacam pembakar lemak jantung. Namun, strategi terbaik adalah menggabungkan keduanya sampai taraf tertentu secara konsisten.

Di satu sisi, latihan endurance atau daya tahan menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dalam pengurangan lemak epikardial. Namun, latihan resistensi juga dapat mengurangi kedua jenis lemak tersebut sekaligus meningkatkan kekuatan.

“Intinya, semua orang harus termotivasi untuk melakukan semua jenis latihan sebagai tindakan pencegahan, mengingat jaringan adiposa jantung merupakan faktor risiko kardiovaskular yang baru muncul,” kata Christensen.

Comments are closed.