2 Tips Melawan Diri Sendiri, si Musuh dalam Selimut

0
450

Jakarta,NAWACITA- Tanpa kita sadari, terkadang musuh terbesar untuk kita adalah diri sendiri. Karenanya, tantangan terbesar bukanlah melawan musuh kita, tapi menaklukkan ego sendiri.

Tidak jarang, bukannya memotivasi dan membakar semangat di saat-saat sulit, kita malah sering mendengar “bisikan setan” untuk mengkritik bahkan merendahkan diri sendiri. Hentikan gaung teror tersebut dengan kiat di bawah ini.

Kritikan memang baik, jika tujuannya untuk membangun dan memperbaiki diri. Sayangnya, kritik yang datang dari dalam hati justru kadang bertujuan untuk menjelek-jelekan diri sendiri. Bahkan ketika Anda berhasil melakukan sesuatu, bisikan-bisikan tersebut selalu menemukan celah untuk mengkritik diri sendiri.

 Suara-suara tersebut selalu akan mengingatkan segala keburukan yang dapat terjadi serta yang kurang dari diri Anda. Namun bukannya termotivasi, Anda justru semakin down dan selalu diliputi oleh rasa takut gagal.

Jika dibiarkan hal ini bisa merusak mental Anda. Anda tak akan bisa menjadi orang yang percaya diri, mencintai diri sendiri, dan menghargai semua kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Ketika kritikan terus mengganggu Anda, pada akhirnya ini justru bisa menyebabkan depresi serta digunakan untuk menyerang dan menghancurkan orang lain.

 

Untuk menghentikan kebiasaan suka mengkritik diri sendiri, berikut berbagai cara yang bisa dicoba:

Meditasi

Meditasi adalah cara efektif untuk menghentikan kecenderungan suka mengkritik diri sendiri. Praktik meditasi terutama mindfulness membantu mengenali suara-suara negatif ini hanya sebatas pikiran saja, bukan fakta. Jadi alih-alih memercayainya, Anda justru hanya sekadar mengakuinya dan mengembalikan perhatian pada suara napas saat meditasi.

Memang tidak mudah melakukan meditasi mindfulness ini. Oleh sebab itu, Anda perlu rajin-rajin melatihnya. Ingat meditasi yang benar adalah yang membuat Anda fokus pada latihan pernapasan, yaitu sadar kapan harus menghirup napas, menahan, dan menghembuskannya. Meditasi bukanlah mengosongkan pikiran tetapi justru berfokus pada suatu hal.

 

Mengasihi diri

Bukan hanya orang lain yang perlu dikasihi, diri Anda sendiri juga. Sekarang bayangkan ketika teman Anda curhat akan kegagalan yang dia alami, apa yang akan Anda katakan padanya?

Sebagai teman yang baik, tentu Anda akan menyemangatinya agar tidak sedih berlarut-larut, ‘kan? Jika Anda bisa menyemangati teman, Anda juga bisa melakukan yang sama untuk diri sendiri. Jangan lagi biarkan diri sendiri tenggelam dalam lautan kritikan pedas, yang mungkin sebenarnya tidak perlu-perlu amat.

Alihkan fokus Anda untuk mencoba berempati dan berdamai dengan diri sendiri. Ingat-ingat semua usaha yang telah Anda lakukan. Kemudian katakan pada diri bahwa kegagalan adalah hal yang normal dan bukan berarti Anda bodoh atau tidak mampu.