Nawacitapost.com – Senin (27/3/2017) malam pada pukul 23.05 WIB, pelawak  senior Eko DJ menghembuskan nafas terakhir pada usia 64 tahun di kediamannya, Jalan Malaka Selatan, Blok A12/43, Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya pemain sinetron Jinny Oh Jinny dan Awas Ada Sule itu meninggal karena penyakit gagal ginjal. Almarhum telah dimakamkan di di TPU Pondok Kelapa, Selasa (28/3/2017) kemarin.

Eko DJ  lahir di Malang, Jawa Timur, pada 7 Januari 1952.  Almarhum yang punya nama asli Eko Koeswoyo ini mulai dikenal publik setelah bergabung dengan grup lawak legendaris, Srimulat.

Namun namanya semakin dikenal luas masyarakat setelah membintangi sinetron Jinny oh Jinny pada tahun 1997 lewat perannya sebagai Pak Baroto. Selain Eko DJ, pemain lainnya yang mendukung sinetron tersebut adalah Diana Pungky dan Indra Brugman.

Bisa dibilang, sinetron Jinny oh Jinny melambungkan nama Eko DJ. Masyarakat menyukai perannya sebagai Pak Baroto yang licik tetapi lucu. Selain itu, sinetron yang tayang tahun 1997-2002 ini memiliki banyak sekuel, yaitu Jinny Lagi Jinny Lagi (2003), Untung Ada Jinny (2004), dan Jinny Oh Jinny Datang Lagi (2016).

Saat syuting Jinny Oh Jinny Datang Lagi, Eko sudah dalam keadaan sakit, sehingga syuting dilakukan di rumahnya sendiri. Eko juga kerap dibopong pemain lain dan kru sinetron bila harus berganti tempat syuting.

“Waktu terakhir kali saya syuting di sini, di rumahnya itu, kondisinya sedikit lebih baik, sedikit lebih segar. Cuma memang pas syuting ‘Jinny of Jinny Datang Lagi’ itu kondisinya dia nggak bisa berdiri terlalu lama. Jadi banyak adegan yang saya sama Ivan Rey bopong. Kemana-mana kalau adegan yang mau mindahin mas Eko ya kita bopong ramai-ramai,” kenang Indra Brugman.

Baca juga :  Air Supply Sukses Bikin Penonton Kembali ke Masa Lalu

Penyakit diabetes dan kolesterol akibat setiap hari selalu makan banyak di malam hari sehabis syuting yang diidapnya sejak beberapa tahun terakhir rupanya menyebabkan dia juga terkena gagal ginjal. Setahun terakhir dari masa hidupnya, seminggu sekali Eko harus menjalani cuci darah. Dari hari ke hari, kondisinya sempat semakin baik.

Tetapi mungkin sudah guratan takdir, seminggu lalu Eko DJ terjatuh saat berjalan di rumahnya. Akibat jatuh itu, badannya terasa ngilu hingga dia merasa enggan pergi ke rumah sakit untuk cuci darah. Entah ada hubungan atau tidak antara cuci darah dengan kematian Eko, yang jelas tiga hari kemudian, Senin (27/3/2017), Eko mengeluh sesak nafas dan kehilangan nafsu makan. Namun dia menolak saat hendak dibawa ke rumah sakit.

“Siang itu dia udah nggak mau makan. Saya nggak tahu, mungkin ngerasa nggak enak badan. Tapi masih ngomong. Malamnya saya pulang kerja, mungkin sudah setengah sadar, maunya merem. Pas kumpul, nggak lama setelah itu,”ujar Nina, anak pertama Eko DJ.

Eko DJ kini telah tiada.Dia pergi meninggalkan kesan yang sangat mendalam terutama bagi komedian Indonesia. Banyak rekan sekerjanya yang menghadiri pemakaman seperti Diana Pungky, Doyok, Tukul Arwana,  Eko Patrio dan masih banyak lagi.

“Eko dikenal sebagai salah satu motor Srimulat dan kita harus meneruskan cita-citanya,” ujar Agum Gumelar selaku Ketua Pembina PASKI (Persatuan Komedian Indonesia) dan Pembina Srimulat di TPU Taman Malaka. (val)

 

 

 

 

Comments are closed.