Jakarta, NAWACITApost.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko bercerita tentang kedekatan dirinya dengan kepala sekolah saat masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Moeldoko punya kesan tersendiri saat duduk di bangku kelas 2 SMP Papar, Kediri, Jawa Timur.
Usai jam pelajaran berakhir, kepala sekolah memanggil dan mengajaknya pergi ke pasar. Tadinya Moeldoko mengira akan diajak belanja atau ditraktir makan. Rupanya, sang kepala sekolah ternyata mengajaknya ke tukang cukur rambut.
"Ternyata saya ke ge-er an," kata Moeldoko di depan siswa SMK Negeri 1 Petang Ubud, Bali, beberapa waktu lalu.
Padahal, saat itu Moeldoko mengira rambutnya masih belum begitu panjang. Namun, kepala sekolah menunjukkan perhatiannya dengan membawanya ke tukang cukur. Hal ini, tentu sangat berbeda dengan kasus-kasus yang terjadi belakangan, seorang guru melakukan potong rambut siswa langsung di kelas.
"Tidak terlalu panjang, cuma karena masih sekolah SMP, kata Kepala Sekolah sudah kepanjangan. Habis, rambut saya!" kata Moeldoko.
Moeldoko menyampaikan kisah itu sebagai pengingat kepada siswa. Kadang siswa kurang peduli nasehat guru. Tetapi ternyata guru memberi perhatian besar pada siswa, bukan hanya dalam soal pelajaran. Tetapi juga dalam penampilan dan emosi sehari-hari, serta pergaulan di sekolah. Guru, kata Moeldoko, mempunyai peran sangat penting dalam melahirkan generasi bangsa yang berkualitas.