> Menko PMK Gelorakan Revolusi Mental Tanam 10 Juta Pohon di Universitas Wiraraja, Sumenep

SUMENEP, NawacitaPost.com Pohon adalah makhluk hidup sejuta manfaat. Seluruh bagiannya sangat berarti untuk kehidupan manusia. Pohon memberi oksigen melalui metabolismenya dan mengeluarkannya melalui daun, memberikan bahan bangunan kayu dengan batangnya, memberikan makanan melalui buahnya, dan dapat mencegah banjir, mencegah longsor dengan akarnya.

Keberadaannya sangat berarti bagi kehidupan seluruh makhluk hidup di bumi. Akan tetapi, faktanya? masih banyak juga yang tidak menyadari manfaat pohon. Banyak orang yang menebangi pohon di hutan secara beringas, ataupun meratakannya dengan aspal dan menggantinya dengan bangunan-bangunan, tetapi tidak menanamnya kembali.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, masyarakat harus membangun mental untuk mau memeliharan dan menanam pohon. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari Revolusi Mental.

“Marilah kita rubah mental kita yang suka menebang pohon, merusak hutan itu menjadi manusia yang suka menanam,” ujar Muhadjir saat melakukan penanaman pohon di Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, pada Minggu (3/7).

Menurut Muhadjir, menanam pohon sama dengan menanam kebaikan di muka bumi. Menurutnya, pohon yang memproduksi oksigen akan bermanfaat bagi kehidupan bagi semua mahkluk hidup di bumi.

“Jadi kalau kita menanam pohon dan pohonnya memproduksi oksigen, yang lewat menghirup udara oksigen dari tanaman yang kita tanam itu amal jariyah, menghidupi jutaan orang.

Karenanya, menurut Muhadjir, revolusi mental agar suka menanam pohon harus dilakukan demi kehidupan manusia lebih baik di masa kini dan masa depan.

“Melalui revolusi mental, mari kita ubah pola pikir kita yang selama ini tidak peduli dengan kesadaran menanam, menebang dan merusak habitat tanaman itu, kita rubah menjadi orang yang cinta menanam,” ujarnya.

Baca juga :  MUI Minta Polri, Proses Hukum JPZ

Menko PMK mengatakan, di Kabupaten Sumenep harus bisa meningkatkan mentalnya untuk lebih banyak menanam pohon, yang dapat juga menahan abrasi di sekitar laut Sumenep.

“Apalagi di sumenep ada salah satu pohon untuk perlindungan abrasi yang sangat handal yaitu cemara udang dan itu sudah dikenal masyarakat luas. Karena itu saya mohon Sumenep bisa menjadi sentral pusat gerakan revolusi mental untuk suka menanam,” pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan menanam pohon ini merupakan bagian dari kampanye penanaman 10 juta pohon di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Kemenko PMK. Aksi penanaman pohon merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana dan pengendalian perubahan iklim. (FN)