Bicara Pelemahan KPK Usai Novel Baswedan Tak Lolos, Mahfud MD Mau Jadi Presiden?

0
892
Foto : Menko Polhukam Mahfud MD dan Novel Baswedan

Jakarta, NAWACITAPOST – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menduga upaya perobohon. Tak lain terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didalangi oleh para koruptor. Yang mana dendam lantaran pernah terciduk hingga mendekam di penjara. Namun upaya perobohan ini, tak menutup kemungkinan juga dilakukan para koruptor yang masih melenggang bebas dan ketakutan ditangkap lembaga anti rasuah. Sebelumnya, Mahfud pernah mengatakan bahwa jika dirinya menjadi Presiden, bakal menjadikan Novel Baswedan sebagai Jaksa Agung. Sementara, diketahui jika Novel tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Mahfud MD mau jadi Presiden?

Foto : Menko Polhukam Mahfud MD dan Presiden Jokowi

“Mungkin koruptor – koruptor, benar yang dendam. Koruptor yang belum ketahuan tapi takut ketahuan, ini sekarang bersatu hantam itu (KPK),” kata Mahfud dalam tayangan di akun YouTube resmi milik Universitas Gadjah Mada, pada (07/06/2021). Dia mengaku tak pernah berada di jalur yang melawan KPK. Dia mengklaim sejak dulu selalu pro terhadap lembaga itu. Bahkan saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), upaya pelemahan terhadap lembaga antirasuah itu berulang kali dia temukan. Namun hal itu juga terus dia gagalkan sesuai kewenangannya saat itu sebagai Ketua MK.

Foto : Novel Baswedan

“Saya sejak dulu pro KPK. Sejak dulu. Saya ketua MK, berapa kali, 12 kali itu, mau dirobohkan lewat UU. Saya menangkan KPK terus,” ujar Mahfud. Dia juga membeberkan keputusan terkait nasib KPK kenyataannya tak hanya ada di tangan pemerintah melainkan juga DPR, partai politik, hingga masyarakat. Namun sebelumnya, diketahui, saat dia menjabat Ketua MK, dirinya bakal menjadikan Novel sebagai Jaksa Agung jika dia menjadi Presiden. Usai pemeriksaan yang berjalan singkat itu, dia mengatakan saat itu Novel memujinya. “Kalau semua pemimpin negara seperti bapak semua beres negara ini,” katanya menirukan ucapan Novel saat itu.

Foto : Menko Polhukam Mahfud MD

Mendengar hal itu, Mahfud lantas membalas bahwa jika dirinya menjadi Presiden, bakal menjadikan Novel sebagai Jaksa Agung. “Saya bilang ‘kalau saya jadi presiden Anda Jaksa Agung. Saya bilang begitu. Waktu itu,” ucapnya. Namun, ternyata, sebagaimana diketahui, Novel termasuk dalam 75 pegawai KPK yang tak lolos TWK dalam rangka alih status menjadi Aparat Sipil Negara (ASN). Namun dalam perjalanannya, dari 75 pegawai tak lolos tersebut, 24 diantaranya diberikan pembinaan lagi. Dari 1.349 pegawai yang mengikuti TWK, 75 diantaranya dinyatakan tidak lulus. Melalui Surat Keputusan (SK) Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021 yang ditandatangani Ketua KPK Komjen Polisi Firli Bahuri, ke 75 pegawai tak lulus TWK dibebastugaskan.

Foto : Kepala BKN Bima Haria Wibisana

Dikutip dari laman resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN), tes wawasan kebangsaan adalah tes materi yang bertujuan untuk menguji seberapa baik wawasan dan pengetahuan calon ASN. Tak lain tentang Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, nasionalisme, Bahasa Indonesia dan wawasan pilar negara. Uji kemampuan ini dilakukan karena salah satu fungsi aparatur sipil negara (ASN) sebagai perekat NKRI, penjamin kesatuan dan persatuan bangsa. Menurut Plt Karo Humas BKN Paryono, tes pegawai KPK salah satunya asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK).  “Asesmen ini yang diukur mencakup tiga aspek yaitu integritas, netralitas ASN dan antiradikalisme,” kata Paryono pada (08/05/2021). (Ayu Yulia Yang)