Bareskrim Polri Terima Laporan Dugaan Penistaan Agama oleh Yahya Waloni

0
550
Foto : Bareskrim Polri

Jakarta, NAWACITAPOST – Bareskrim Polri menerima laporan dugaan penistaan agama oleh Ustadz Yahya Waloni. Pelaporan dilakukan oleh Komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme soal dugaan penistaan agama terhadap Injil. Dia dinilai menista agama dalam ceramah yang menyebut bible itu palsu. Pelaporan tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor: LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM. Dia dilaporkan dengan dugaan kebencian atau permusuhan individu dan/atau antar golongan (SARA) pada (27/04/2021).

BACA JUGA: Purnawirawan Kapolri Miliki Villa Megamendung dan Masjid, Siapakah?

Dalam kasus ini, Yahya Waloni dilaporkan bersama dengan pemilik akun sosial media Tri Datu. Dalam video ceramah, dia menyampaikan. Bahwa bible tak hanya fiktif namun palsu. Di dalam LP tersebut, mereka disangkakan dengan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 A juncto Pasal 28 Ayat (2) dan/atau Pasal 156a KUHP. Sementara, Christian Harianto selaku koordinator Masyarakat Cinta Pluralisme menyebut ada sekitar 76 orang yang ikut melaporkan Yahya ke Bareskrim.

BACA JUGA: Seorang Pria Ngamuk Bawa Pisau dan Gigit ASN di Dinas Pendidikan Nias Selatan

“Kami dari komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme akan melaporkan Yahya Waloni dengan dugaan penistaan agama terhadap Injil dan ujaran kebencian atas nama SARA sesuai dengan bunyi Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE di Bareskrim Polri,” ujar Christian melalui keterangan tertulis sebelum melaporkan kasus tersebut. Dia pun bahwa laporannya akan diterima dan diproses oleh Bareskrim Polri. “76 relawan ikut melapor atau hadir di Bareskrim Mabes Polri sampai hari Selasa pagi, 27 April 2021,” pungkasnya. (Martin Buulolo/Ayu Yulia Yang)